Share

Meteorit Langka yang Jatuh ke Bumi, Ungkap Misteri Asal-Usul Air

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Sabtu 19 November 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 56 2710728 meteorit-langka-yang-jatuh-ke-bumi-ungkap-misteri-asal-usul-air-pBg2kemiOK.jpg Meteorit langka yang jatuh ke Bumi, ungkap misteri asal-usul air (Foto: Natural History Museum)

JAKARTA - Sebuah batu ruang angkasa jatuh melintasi langit Inggris pada 28 Februari 2021 dan meninggalkan pecahan meteorit di dekat kota Winchcombe, Gloucestershire. Meteorit tersebut merupakan yang pertama mendarat di Inggris dalam 30 tahun.

Dilansir dari IFLScience, Sabtu (19/11/2022), penelitian meteorit tersebut masih terus berlanjut. Para ilmuwan menemukan pecahan meteorit ini dengan sangat cepat dan segera mengeluarkannya dari kontaminasi Bumi.

Mereka menganalisis bahwa meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai salah satu jenis yang paling langka. Meteorit itu diidentifikasi sebagai CM carbonaceous chondrite, sejenis meteorit berbatu yang mengandung komposisi tinggi yang mendahului Tata Surya.

Dalam sebuah makalah baru, tim dari Natural History Museum dan Universitas Glasglow melakukan analisis laboratorium pertama terhadap meteorit tersebut dan menemukan bahwa batuan luar angkasa itu mengandung sekitar 10 persen berat air dan sangat mirip dengan air di Bumi.

“Kondrit karbon sangat reaktif dan terdegradasi dengan cepat di atmosfer Bumi, mengubah mineralogi dan komposisi aslinya, tetapi untuk Winchombe, hampir tidak ada waktu untuk bereaksi dengan lingkungan Bumi,” kata Dr. Luke Daly penulis studi dari University Glasglow.

Ekstrak dari pecahan tersebut juga ditemukan bukti molekul berbasis karbon dan nitrogen penting, seperti asam amino luar angkasa dan bahan organik lainnya, sehingga menjadi bukti terkuat bahwa air dan bahan organik yang dikirim ke planet ini berasal dari asteroid yang jatuh di Winchombe.

Menurut Dr. Daly, meteorit Winchombe ini adalah bukti terbaik sejauh ini karena kemungkinan besar CM ini adalah sumber air utama bagi Bumi. Ia menganggap bahwa meteorit Winchombe sebagai penemuan yang beruntung.

Terlepas dari hal itu, pemulihan objek luar biasa ini bisa ditangani dengan cepat berkat keberadaan UK Fireball Alliance, 16 kamera, dan banyak laporan publik yang memungkinkan para peneliti melacak dengan cepat di mana objek tersebut jatuh.

“Pengaman dan pengambilan sampel secara cepat menjadikan meteorit Winchombe menjadi salah satu meteorit paling murni yang tersedia untuk dianalisis, memberikan sekilas pengetahuan tentang komposisi asli Tata Surya 4,6 miliar tahun yang lalu,” kata Dr. Ashley King, rekan penulis dari Natural History Museum.

Makalah studi meteorit ini adalah yang pertama dari banyak publikasi yang sedang dikerjakan. Hal ini membuat para ilmuwan akan meneliti lebih dalam dan tentunya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap rahasia yang tersimpan di batu istimewa tersebut.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini