Share

Penjelasan Ilmiah Kenapa Gempa Bumi Bisa Terjadi, Ini Penyebabnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 21 November 2022 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 56 2711711 penjelasan-ilmiah-kenapa-gempa-bumi-bisa-terjadi-ini-penyebabnya-rFwt2m8qPa.jpg Penjelasan ilmiah kenapa gempa Bumi bisa terjadi, ini penyebabnya (Foto: iStock)

JAKARTA - Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan, hak ini akibar dari lempengan yang bergerak.

Semakin lama tekanan itu, bakal kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Dilansir dari laman BPBD NTB, Senin (21/11/2022), pergeseran lempeng Bumi dapat mengakibatkan gempa karena dalam peristiwa tersebut disertai dengan pelepasan sejumlah energi yang besar.

Selain pergeseran lempeng Bumi, gerak lempeng yang saling menjauhi satu sama lain juga dapat mengakibatkan gempa. Hal tersebut, dikarenakan saat dua lempeng Bumi bergerak saling menjauh, akan terbentuk lempeng baru di antara keduanya.

Lempeng baru yang terbentuk memiliki berat jenis yang jauh lebih kecil dari berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru terbentuk itu, akan mendapatkan tekanan yang besar dari dua lempeng lama sehingga bakal bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang juga sangat besar.

Selain itu, gerak lempeng yang saling mendekat juga dapat mengakibatkan gempa Bumi. Pergerakan dua lempeng yang saling mendekat juga berdampak pada terbentuknya gunung.

Sebagai contoh, yang terjadi pada gunung Everest yang terus tumbuh tinggi akibat gerak lempeng di bawahnya di mana semakin mendekat dan saling bertumpuk.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional.

Bencana ini, fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi.

Beberapa gempa Bumi, juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika.

Sebagian lagi, juga bisa terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari atau ke dalam Bumi. Misalnya, pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal.

Gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini