Share

Elon Musk Resmi Pulihkan Akun Twitter Donald Trump yang Diblokir

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 21 November 2022 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 57 2711490 elon-musk-resmi-pulihkan-akun-twitter-donald-trump-yang-diblokir-KMdMsjH9TB.jpg Elon Musk resmi pulihkan akun Twitter Donald Trump yang diblokir (Foto: WEVV 44News)

JAKARTA - Pemilik baru Twitter, Elon Musk, resmi memulihkan akun mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah hampir dua tahun diblokir. Pemulihan dilakukan setelah disetujui oleh sebagian besar pengguna Twitter.

Diketahui, Elon Musk sendiri pada Jumat malam memposting sebuah polling yang meminta pengguna Twitter untuk memutuskan apakah akun Donald Trump yang kontroversial layak untuk dipulihkan atau tidak.

Nyatanya dalam polling yang berlangsung selama 24 jam itu sebanyak 15 juta pengguna Twitter menyatakan setuju, mendominasi sekitar 51,8% suara dibanding dengan yang tidak, yang hanya meraih 48,2% suara.

"Orang-orang telah berbicara. Trump akan dipulihkan. Vox Populi, Vox Dei [suara rakyat adalah suara Tuhan], " cuit Musk diutip dari New York Post pada Senin (21/11/2022).

Meski demikian, Donald Trump sendiri memposting di akun Truth Social-mengklaim bahwa dia tidak akan segera kembali ke Twitter. Dengan tegas Presiden Amerika Serikat ke-45 menolak berpaking dari media sosial besutannya.

β€œPilih sekarang dengan positif, tapi jangan khawatir, kami tidak ke mana-mana. Sosial Sejati itu spesial!” katanya, sambil membagikan tangkapan layar jajak pendapat Twitter Musk.

Trump memiliki perjanjian dengan Truth Social untuk menjaga postingannya tetap eksklusif di platform selama delapan jam sebelum dia dapat membagikannya di tempat lain, lapor Washington Post.

Ada pengecualian untuk kesepakatan yang mengatakan dia dapat membuat postingan tentang pesan politik, penggalangan dana atau upaya pemungutan suara, kata surat kabar itu.

Trump sendiri telah didepak dari Twitter setelah aksi pemberontakan yang terjadi di Capitol Place pada 6 Januari 2021 lalu. Dalam cuitan terakhirnya, ia menulis, "Kepada semua yang bertanya, saya tidak akan pergi ke Pelantikan pada 20 Januari.”

Setelah itu Twitter yang kala itu masih dikendalikan oleh Jack Dorsey tidak bisa diakses lagi. Menurutnya ini dilakukan untuk kemaslahatan bersama. Membungkan hasutan Donald Trump dinilai sebuah langkah yang tepat.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini