Share

Bandung Waspada, Gempa Lebih Dahsyat dari Cianjur Mengancam

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 56 2712721 bandung-waspada-gempa-lebih-dahsyat-dari-cianjur-mengancam-UnCYquVNNJ.jpg Bandung waspada, gempa lebih dahsyat dari Cianjur mengancam (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang wilayah Cianjur pada Senin 21 November 2022 pukul 13:21 WIB. Namun tidak berhenti di situ, ancaman gempa lain yang lebih dahsyat mengintai masyarakat Bandung.

Menurut Peneliti Geologi BRIN, Mudrik Rahmawan Daryono wilayah Bandung dan sekitarnya berpotensi mengalami gempa berkekuatan 6,5 - 7 magnitudo. Gempa ini tak lain dan tak bukan bersumber dari retakan yang disebut Sesar Lembang.

"Sesar Lembang membentang sejauh 29 Km dari Padalarang sampai Palintang. Ketika retakan bergerak, maka menghasilkan gelombang kejut yang menyebar ke segala arah di wilayah Bandung Raya," katanya dikutip dari tayangan YouTube, Selasa (22/11/2022).

Mudrik mengungkapkan bahwa gempa Sesar Lembang berpotensi terjadi kapan saja, entah itu hari ini atau pun di masa mendatang. Ia pun bersama teman-teman peneliti mengaku terus mengkaji lebih dalam terkait fenomena tersebut.

"Untuk menjawab kapan itu terjadi sangat lah rumit. Ini menjadi tantangan bagi kami para peneliti. Jadi tahapan pertama untuk mengetahuinya adalah mencari tahu dulu dimana jalurnya dan memopelajari lapisan tanah tersebut," paparnya.

Lebih lanjut Mudrik mengaku bahwa pihaknya telah berhasil melakukan penggalian di dua lokasi di sekitar Batu Lonceng dan Ciwaruga. Dari penggalian ditemukan bahwa perkiraan recurrent intervalnya itu antara 170 tahun sampai 670 tahun.

"Gempa terakhir pada abad ke-15. Abad ke-15 sampai hari ini sudah sekitar 560 tahun dia menghimpun energinya itu. Sesar Lembang bisa terjadi saat ini atau 100 tahun yang akan datang," ungkap Mudrik.

Ia kemudian mengatakan bahwa di sekitar Sesar Lembang dengan jarak sekitar 12,5 meter dari kiri dan kanan retakan, masyarakat dilarang untuk mendirikan bangunan. Banyaknya populasi pembangunan akan memberikan nilai risiko yang besar.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini