Share

Bisa Sampai Seberapa Kuat Gempa Bumi? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 56 2714154 bisa-sampai-seberapa-kuat-gempa-bumi-simak-penjelasan-ilmiahnya-WAvpMwAy7v.jpg Bisa sampai seberapa kuat gempa Bumi terjadi? Simak penjelasan ilmiahnya (Foto: Reuters/Iman Firmansyah)

JAKARTA - Gempa Bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling menakutkan, apalagi jika tercatat kekuatannya dalam magnitudo atau skala gempa yang tinggi, bahkan bisa menyebabkan timbulnya tsunami.

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Kamis (24/11/2022), jumlah terjangan gempa Bumi di Indonesia bisa mencapai sekitar 10 ribu setiap tahunnya atau setara 27 gempa setiap harinya. Indonesia pun masuk ke dalam peringkat negara yang paling rawan gempa.

Salah satu gempa yang pernah terjadi di Indonesia pernah tercatat sebagai gempa Bumi terbesar ketiga di dunia karena menyebabkan tsunami yang dahsyat sampai merenggut jutaan korban jiwa, yaitu Gempa Aceh di tahun 2004 dengan magnitudo sebesar 9,1 Skala Richter (SR).

Mungkin pernah menjadi pertanyaan, gempa dengan kekuataan sebesar itu saja sudah bisa menghancurkan banyak wilayah. Lantas, apa jadinya jika ada gempa berskala 10 sampai 15 atau bahkan 20 SR. Seberapa kuat gempa Bumi bisa terjadi?

Gempa paling kuat pernah tercatat ada di Chili, yaitu Gempa Valdivia terjadi tahun 1960 dengan magnitudo 9,5 SR. Gempa tersebut menghasilkan ombak yang besar bahkan menyebabkan kerusakan sampai ke Jepang dan Filipina.

Sebenarnya, batas kekuatan gempa terkuat itu tiada batasnya, tetapi faktanya kekuatan gempa Bumi itu paling maksimal ada di magnitudo 10 SR. Hal ini dikarenakan gempa merupakan kejadian dari aktivitas patahan lempeng Bumi.

Bumi memiliki lapisan yang terdiri dari kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam Bumi yang mengalami pergerakan terus-menerus. Gerakan lempeng ini yang menimbulkan getaran-getaran yang dapat dirasakan oleh manusia.

Namun, untuk menghasilkan gempa yang besar ternyata membutuhkan patahan yang besar juga. Misalnya, gempa dengan kekuatan 12 SR tentu membutuhkan patahan yang lebih besar dengan jumlah kekuatannya. Nyatanya hal itu adalah mustahil.

Penyebab gempa Bumi pada umumnya terjadi karena pergeseran lempeng tektonik atau aktivitas dari gunung merapi yang meletus, tetapi ternyata gempa Bumi juga bisa disebabkan oleh aktivitas manusia. Misalnya, ledakan bom atom atau kegiatan dari pertambangan.

Pernah terjadi gempa akibat konstruksi Bendungan Zipingpu, Cina, di tahun 2008 yang disebut dengan Gempa Sichuan dengan magnitudo 7,9 SR. Akibat gempa tersebut sekitar 80 ribu orang tewas dan hilang dalam reruntuhan bangunan.

Angka 7,9 SR sebenarnya itu besar karena membaca dan menghitung skala gempa itu memanfaatkan perhitungan yang disebut logaritmik. Setiap naik satu angka sama dengan naik 10 kalinya, jadi misalkan getaran gempa di skala 8 itu berarti 100 kali lipatnya gempa di skala 6.

Akan tetapi, hingga kini gempa tidak bisa diprediksi karena saat gempa terjadi, tanda-tanda yang terlihat sangat sulit untuk ditebak. Biasanya terlihat dari air tanah naik, perilaku hewan mulai aneh, gas radon meningkat, dan kadang karena jauhnya berada di bawah lepeng Bumi jadi sulit diketahui.

Jadi, cara mengantisipasi terjadinya gempa adalah peduli dan peka terhadap lingkungan di sekitar, berlindung di bawah meja jika guncangan mulai terasa atau keluar di tempat terbuka untuk menghindari bangunan roboh.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini