Share

Peneliti Keamanan Siber Ungkap Jutaan Perangkat Android Rentan Diserang Hacker, Ini Sebabnya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 57 2714584 peneliti-keamanan-siber-ungkap-jutaan-perangkat-android-rentan-diserang-hacker-ini-sebabnya-t4Pmgtq35Y.JPG Peneliti keamanan siber ungkap jutaan perangkat Android rentan diserang hacker (Foto: Pixabay)

JAKARTA - Peneliti keamanan siber dari tim Project Zero Google mengungkapkan, jutaan perangkat Android rentan terkena serangan siber. Ini lantaran update software yang lambat dan rumit yang mengganggu platform seluler terdesentralisasi.

Para peneliti menemukan total lima kerentanan yang memengaruhi driver GPU Arm Mali. Kerentanan ini dikelompokkan dalam dua pengidentifikasi, yakni CVE-2022-33917 dan CVE-202236449 yang memungkinkan hacker memiliki banyak pilihan untuk melakukan serangan.

Dilansir dari Techradar, Jumat (25/11/2022), tim Project Zero Google menyebut bahwa hacker dapat dengan mudah mengakses bagian memori, hingga menulis di luar batas buffer. Setiap kerentanan menurut peneliti memiliki skor keparahan level menengah.

Sebenarnya, kerentanan tersebut sudah memiliki tambalan, hanya saja produsen perangkat keras belum menerapkan tambalan ini pada titik akhir mereka.

Diketahui, tidak seperti Apple, yang merupakan satu-satunya pembuat perangkat keras dan perangkat lunak, untuk ekosistem seluler iPhone, Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang membuat perangkat lunak dan perangkat keras untuk Android.

Selain Google dengan ponsel Pixel-nya, ada sejumlah besar produsen smartphone yang membangun perangkat berbasis Android, seperti Samsung, LG, Oppo, dan banyak lainnya. Semua perusahaan ini memiliki versi Android mereka sendiri yang telah dimodifikasi.

Saat kerentanan ditemukan, setiap produsen pabrikan perlu menerapkan tambalan ke perangkat mereka sendiri. Itu bisa memakan waktu, karena tambalan ini terkadang dapat bertentangan dengan driver perangkat atau komponen lain, dan inilah sumber masalahnya.

Cacat tersebut memengaruhi driver GPU Mali Arm dengan nama kode Valhall, Bifrost, Midgard, dan memengaruhi daftar panjang perangkat, termasuk Pixel 7, RealMe GT, Xiaomi 12 Pro, OnePlus 10R, Samsung Galaxy S10, Huawei P40 Pro, dan banyak lagi lainnya.

Saat ini, tidak ada yang dapat dilakukan pengguna selain menunggu produsen masing-masing menerapkan tambalan, karena tambalan akan dikirim ke OEM dalam beberapa minggu.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini