Share

5 Postingan Medsos yang Bisa Rusak Karier Anda

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 29 November 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 57 2716927 5-postingan-medsos-yang-bisa-rusak-karier-anda-qDYH7kDN7T.JPG 5 postingan medsos yang bisa rusak karier Anda (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ada banyak hal positif yang bisa di dapat di media sosial (medsos), tetapi perlu dicatat bahwa tidak sedikit juga yang dapat memberikan dampak negatif. Salah satu, merusak karier Anda.

Diketahui, perusahaan tentu tidak akan mau mempekerjakan siapa pun yang menurut mereka pernah menjadi masalah di dunia online. Seorang pakar manajemen reputasi, Roz Sheldon pun buka suara.

Dalam laporannya, ia mengungkap apa yang tidak boleh diposting di medsos agar karier tidak terancam. Lantas apa saja itu? Berikut daftarnya, seperti diolah dari Daily Mail, Selasa (29/11/2022).

1. Memposting kebiasaan mabuk dan konten cabul

Memamerkan kebiasaan negatif seperti tentang dunia permabukan hingga konten cabul tentu akan membuat perusahaan berpikir dua kali untuk tetap mempekerjakan seseorang. Untuk itu jangan coba-coba melakukannya.

Hal lain yang harus diperhatikan, adalah jika sedang cuti sakit dan mungkin tidak benar-benar sakit, jangan pernah memposting konten sedang bersenang-senang. Ini jelas akan melukai perasaan atasan.

2. Menjelek-jelekkan perusahaan

Ini adalah hal yang jelas, tetapi tidak semua orang menyadarinya. Agar karier tidak rusak, hindari menjelek-jelekan perusahaan di media sosial. Dan jangan bagikan apapun yang menunjukan ketidak sukaan terhadap atasan.

Lebih baik simpan segala keluh kesah hanya di kehidupan offline. Jika kesal dengan kebijakan perusahaan atau atasan, pastikan hanya orang-orang terdekat yang bisa dipercaya saja yang mengetahuinya.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Berkomentar tentang isu selebriti dan gosip

Meskipun setiap orang berhak untuk memiliki pandangan sendiri tentang sebuah isu, berkomentar dan ikut hanyut dalam gosip akan merusak reputasi dan memberikan gambaran kepada atasan bahwa Anda gemar bersikap julid.

Terlebih jika komentar yang dilontarkan cukup pedas dan tidak halus. Sebagian besar perusahaan tidak ingin dikaitkan dengan hal-hal ini, jadi lebih baik memperdebatkan hal-hal ini secara offline daripada online.

4. Menyerang balik orang yang mengganggu di medsos

Jika mendapat komentar pedas dari seseorang mungkin sebagian besar orang akan terpancing untuk membalas komentar tersebut. Tetapi itu bisa memberikan gambaran bahwa Anda kasar secara online, atau bahkan di dunia nyata.

Hindari meninggalkan komentar kasar bahkan jika merasa sakit hati. Perusahaan akan lebih senang jika Anda bersikap dingin dalam menanggapi serangan online. Mereka akan menilai bahwa Anda bisa bijak dalam menghadapi masalah.

5. Jangan berlebihan di LinkedIn

Pikirkan sebelum Anda memposting di LinkedIn. Anda harus dihormati karena kredibilitas, dan posting yang bermanfaat di LinkedIn, daripada memposting sesuatu yang hanya untuk mementingkan diri sendiri.

Berhati-hatilah juga untuk tidak menjadi 'menakutkan' di LinkedIn. Lagi-lagi jika ini dilakukan, calon pemberi kerja dan klien potensial mungkin akan berpikir dua kali untuk memilih Anda dan malah cenderung menghindari Anda.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini