Share

Danau Kecil di Bumi Terus Bertambah, Ternyata Jadi Masalah Serius

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 56 2723957 danau-kecil-di-bumi-terus-bertambah-ternyata-jadi-masalah-serius-aLCfLgdeg7.jpg Danau kecil di Bumi terus bertambah, ternyata jadi masalah serius (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Sebuah studi baru telah mengungkapkan adanya danau-danau kecil di Bumi yang telah berkembang pesat selama empat dekade terakhir. Nyatanya, hal ini justru mengkhawatirkan dan menjadi hal serius.

Dilansir dari ScienceAlert, Jumat (6/12/2022), perkembangan danau-danau kecil disebut mengkhawatirkan, mengingat dampaknya terhadap jumlah gas rumah kaca yang dipancarkan reservoir air tawar.

Menurut peneliti, antara tahun 1984 hingga 2019, ukuran permukaan danau secara global bertambah lebih dari 46.000 km persegi atau kurang lebih setara dengan ukuran satu negara, misalnya Denmark.

Karbon dioksida, metana, dinitrogen oksida, dan gas lainnya terus-menerus dihasilkan dari danau. Hal itu akibat dari bakteri dan jamur yang mengikis dasar air, memakan tumbuhan dan hewan mati yang hanyut ke dasar danau.

Secara total, penyebaran danau ini setara dengan peningkatan tahunan emisi karbon di wilayah 4,8 teragram (atau triliun gram) karbon dioksida (CO2). Angka ini sama dengan peningkatan karbon dioksida sebuah negara, yaitu Inggris di tahun 2012.

“Ada perubahan besar dan cepat pada danau dalam beberapa dekade terakhir yang memengaruhi gas rumah kaca, ekosistem, serta akses ke sumber daya air,” kata Jing Tang, ahli ekologi terestrial dari Universitas Kopenhagen, Denmark.

Para peneliti menggunakan kombinasi citra satelit dan algoritma pembelajaran yang mendalam untuk menilai cakupan danau. Danau yang lebih kecil (kurang dari satu km persegi) sangat penting untuk perhitungan gas rumah kaca karena menghasilkan volume emisi yang tinggi dibandingkan ukurannya.

Follow Berita Okezone di Google News

Perairan yang tidak terlalu luas ini hanya mencakup 15 persen dari total tutupan danau, tetapi bertanggung jawab atas 45 persen peningkatan karbon dioksida. Tidak hanya itu, sekitar 59 persen peningkatan emisi metana selama periode 1984 hingga 2019.

Tang menjelaskan, danau kecil yang mengeluarkan gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional karena biasanya mengakumulasi lebih banyak bahan organik, yang kemudian berubah menjadi gas.

Akibat danau tersebut yang kecil dan dangkal, inilah yang membuat gas lebih mudah mencapai ke permukaan dan naik ke atmosfer Bumi. Di saat bersamaan, danau kecil jauh lebih sensitif terhadap perubahan iklim dan cuaca, serta gangguan manusia.

Hal itu berdampak pada ukuran dan kimia airnya sangat berfluktuasi. Lebih dari setengah peningkatan tutupan danau selama periode penelitian disebabkan oleh aktivitas manusia, kebanyakan waduk yang baru dibangun. Sisanya karena gletser dan permafrost yang mencair akibat dari pemanasan Bumi.

Para peneliti berharap bahwa data yang mereka kumpulkan akan terbukti berguna untuk model iklim di masa depan dan dapat digunakan untuk membuat perkiraan yang lebih baik tentang sumber daya air di danau air tawar.

Selain itu juga dapat digunakan untuk menilai risiko banjir lebih baik dan pengelolaan danau yang lebih baik karena kawasan danau juga berdampak bagi keanekaragaman hayati yang ada di Bumi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini