Share

Diserang Hacker Berbulan-bulan, Vanuatu Kembali Andalkan Kertas dan Pulpen

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 13 Desember 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 13 54 2726054 diserang-hacker-berbulan-bulan-vanuatu-kembali-andalkan-kertas-dan-pulpen-grrf2cvY83.jpg Diserang hacker berbulan-bulan, Vanuatu kembali andalkan kertas dan pulpen (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Serangan siber yang menargetkan institusi pemerintahan bukanlah hal baru, bahkan sudah menyentuh tingkat keparahan baru. Kasus terbaru menimpa negara Vanuatu yang mengakibatkan seluruh negara offline selama beberapa bulan.

Serangan siber diterima Vanuatu sejak awal November 2022. Rincian tentang sifat serangan belum jelas, namun hingga saat ini baru sekitar 70% layanan pemerintah yang berhasil pulih dan sudah bisa digunakan kembali.

Dilansir dari TechSpot, Selasa (13/12/2022), pemerintah Vanuatu yang baru terpilih mulai menyadari adanya masalah dengan sistem komputer resmi pada hari pertama masa jabatannya pada 6 November. Akhirnya, semua layanan komputer pemerintah dinonaktifkan.

Pejabat tidak dapat mengakses akun email pemerintah, warga tidak dapat memperbarui SIM atau membayar pajak, dan informasi medis dan darurat menjadi tidak dapat diakses. Untuk banyak fungsi sehari-hari, negara telah kembali ke pulpen dan kertas.

Pemerintah mengakui bahwa mereka mendeteksi pelanggaran dalam sistem yang terhubung secara terpusat pada awal November. Beberapa sumber, termasuk pers di Australia terdekat, mengirim spesialis untuk membantu memperbaiki sistem.

Dari sana diketahui bahwa insiden tersebut adalah serangan ransomware. Namun, pemerintah Vanuatu belum mengonfirmasi sifat pelanggaran tersebut.

Salah satu alasan untuk meyakini bahwa itu mungkin ransomware adalah insiden yang sangat mirip terjadi di wilayah New York sekitar sebulan sebelum sistem pemerintah Vanuatu ditutup.

Pada 8 September, Suffolk County mendeteksi serangan ransomware dan merespons dengan mematikan sistem komputernya. Pemadaman tersebut memengaruhi divisi pemerintah mulai dari polisi hingga layanan sosial, yang terpaksa kembali ke teknologi awal tahun 90-an selama berminggu-minggu.

Selain itu, county mengumumkan bahwa penyerang mencuri informasi pribadi warga seperti nomor SIM. Seorang eksekutif daerah menyalahkan kelompok hacker BlackCat atas serangan ini, yang sebelumnya dikenal melakukan serangan di Italia dan Florida.

Wilayah seperti Suffolk County atau negara kecil seperti Vanuatu memang menjadi target serangan hacker yang ideal karena kurangnya sumber daya dibandingkan dengan wilayah yang lebih besar. Insiden serupa kemungkinan besar akan terjadi di masa mendatang.

Follow Berita Okezone di Google News

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini