Share

Fakta Baru Letusan Gunung Tonga, Lontarkan Jutaan Ton Air Sampai ke Luar Angkasa

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Jum'at 16 Desember 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 16 56 2728349 fakta-baru-letusan-gunung-tonga-lontarkan-jutaan-ton-air-sampai-ke-luar-angkasa-2Lwq19m29I.jpg Fakta baru letusan gunung Tonga, lontarkan jutaan ton air sampai ke luar angkasa (Foto: Reuters)

JAKARTA - Letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga yang ada di Samudera Pasifik begitu dahsyat, sebab mampu melontarkan uap air dalam jumlah besar sampai ke luar angkasa.

Dilansir dari The Washington Post, Jumat (16/12/2022), menurut hasil penelitian para ilmuwan, belum pernah menemukan gunung berapi yang meluncurkan air di luar atmosfer Bumi.

Penelitian ini, menyimpulkan sifat letusan gunung berapi yang sangat keras dan berisiko dari gunung api bawah laut.

Pengamatan dari satelit menunjukkan, letusan Gunung Tonga mendorong uap air hingga sejauh kurang lebih 150 kilometer dari permukaan Bumi, melewati batas ruang yang diterima secara umum, yaitu pada jarak 100 kilometer.

Penelitian yang dipaparkan di Chicago, American Geophysical Union mengungkapkan bahwa letusan ini mengirimkan sebanyak 4 juta metrik ton uap air ke luar angkasa.

“Ini benar-benar peristiwa yang unik. Selama 20 tahun melakukan pengamatan, kami belum pernah melihat yang seperti ini,” kata Larry Paxton, ilmuwan di Laboratorium Fisika Terapan, Universitas John Hopkins.

Peristiwa ini tentunya menarik para ilmuwan yang menggunakan satelit untuk memantau cuaca antariksa. Mereka melacak cuaca antariksa akibat adanya risiko bencana badai Matahari yang diprediksi akan mengirimkan segumpal partikel muatan ke Bumi.

Badai Matahari ini memiliki potensi untuk berinteraksi dengan medan magnet Bumi yang dampaknya dapat merusak satelit di orbit, bahkan memengaruhi jaringan listrik di permukaan.

Sebelum terjadinya letusan gunung berapi, secara kebetulan badai Matahari berukuran sedang tengah mengirimkan semburan partikel bermuatan ke Bumi.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Claire Gasque, doktor bidang Fisika Ruang Angkasa di Universitas California, gunung berapi memiliki efek yang lebih kuat pada ionosfer.

“Ini adalah badai Matahari sedang melawan gunung berapi yang sangat kuat. Jadi, bukan berarti gunung berapi akan selalu menang,” kata Gasque.

Data-data tersebut, dapat membantu para ilmuwan meningkatkan pemahaman mereka mengenai cuaca antariksa.

Para peneliti dan ilmuwan benar-benar membutuhkan banyak penelitian serta pengamatan untuk memantau secara ketat gunung berapi bawah laut yang ada di Bumi.

“Ada tempat-tempat di Pasifik Selatan yang membutuhkan lebih banyak penelitian. Ada ribuan gunung berapi bawah laut. Tidak semuanya akan aktif, tetapi terkadang kita tidak tahu mereka aktif sampai mulai meletus,” kata Jessica Ball, ahli Vulkanologi dan Survei Geologi AS dalam wawancaranya.

Para peneliti juga berpendapat bahwa letusan dari Gunung Tonga ini adalah contoh yang baik untuk memahami dampak ledakan energi impulsif yang terjadi di atmosfer terhadap lingkungan antariksa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini