Share

Bisakah Manusia Bangun Koloni di Mars dengan Lingkungan yang Ekstrem?

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 20 56 2730580 bisakah-manusia-bangun-koloni-di-mars-dengan-lingkungan-yang-ekstrem-OvhLCBUd4M.jpg Bisakah manusia bangun koloni di Mars dengan lingkungan yang ekstrem? (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Umat manusia yakin mampu amembangun sebuah koloni luar angkasa, tepatnya di Planet Merah (Mars). Banyak orang mungkin bermimpi untuk pergi ke sana.

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Selasa (20/12/2022), saat ini sudah ada sekitar 8 miliar populasi manusia di Bumi. Padahal, normalnya Bumi hanya mampu menampung sekitar 9 miliar manusia, sehingga para ilmuwan dan ahli mempertimbangkan rumah kedua bagi manusia.

Salah satu pertimbangan untuk pindah tempat singgah adalah di Mars. Jika dibandingkan dengan Bumi, ukuran Mars tidak sampai setengahnya sehingga planet itu memiliki atmosfer yang tipis, volumenya hanya satu persen dari atmosfer Bumi.

Oleh karena itu, gravitasi di Mars tidak cukup kuat untuk mencegah gas atmosfer keluar ke luar angkasa. Gravitasi Mars hanya mencapai sekitar 38 persen dibandingkan dengan Bumi. Pada 4,2 juta tahun lalu, Mars pernah memiliki air, suhu, dan atmosfer yang mirip dengan Bumi.

Namun, di tahun 2016, planet Mars sudah tidak punya medan magnet yang bisa melindungi manusia dari radiasi kosmis dan benda asing dari luar angkasa.

Gas yang paling melimpah di udara tipis planet Mars adalah karbon dioksida yang kandungannya mencapai 96 persen. Hasilnya, planet Mars hampir tidak ada oksigen sama sekali, kemungkinan hanya satu persen udara yang hampir tidak cukup untuk manusia bisa bertahan hidup.

Akibatnya, permukaan planet Mars juga menjadi sangat kering dengan suhu yang dinginnya melebihi kutub selatan. Sudah tidak diragukan lagi, Mars memiliki lingkungan yang cukup ekstrem.

Lantas, pertanyaannya, apakah benar manusia bisa membangun koloni di planet yang ekstrem ini?

Ternyata, manusia bisa membangun koloni di planet Mars. Bahkan organisasi besar, seperti Space-X dan NASA telah mempersiapkan rencana untuk mengirim manusia pertama ke Mars dengan target penerbangan yang kemungkinan akan terjadi di tahun 2027.

Menurut hasil penelitian yang mereka buat, sudah ada teknologi canggih yang bisa membantu manusia untuk bertahan hidup di Mars. Salah satunya tercipta alat yang dapat memproduksi oksigen dari atmosfer Mars, yaitu MOXIE.

Jika MOXIE dapat bekerja seperti yang diharapkan oleh para ilmuwan, maka koloni di Mars dapat dibentuk dan semakin banyak oksigen yang dapat dihasilkan manusia di Mars, semakin sedikit yang harus dibawa dari Bumi.

Follow Berita Okezone di Google News

Walaupun oksigen dapat dibuat sendiri, para astronot yang akan tinggal di planet Mars masih membutuhkan pakaian khusus antariksa untuk melindungi diri dari radiasi kosmis. Selanjutnya, manusia dapat melakukan terraforming di Planet Merah.

Terraforming adalah rekayasa untuk membuat suatu planet bisa dihuni oleh manusia. Langkah pertama yang dilakukan adalah melelehkan es karbondioksida yang beku di sekitaran kutub Mars. Karbondioksida yang menguap akan menciptakan efek rumah kaca yang bisa menghangatkan Mars.

Kemudian, melelehkan air yang telah lama membeku sehingga manusia di masa depan bisa menanam tumbuhan yang akan memproduksi oksigen lebih banyak untuk bernafas dan membentuk lapisan ozon.

Kendati demikian, ilmuwan dan peneliti belum menemukan cara untuk membangun kembali magnetosfer planet Mars. Magnetosfer adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi benda luar angkasa.

Bukan hanya itu saja, peneliti juga belum menemukan cara untuk mempersingkat waktu tempuh dari Bumi ke Mars. Saat ini, peneliti sedang mengerjakan teknologi baru yang diperlukan untuk mengirim manusia ke Mars.

Tentu, persiapan terraforming membutuhkan waktu cukup banyak karena tidak mudah bagi manusia untuk tinggal di planet lain. Pada saat itu terjadi, kemungkinan kita bisa menjadi manusia pertama yang bisa menginjakkan kaki di planet Mars.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini