Share

Misteri Sains: Apakah Dunia Paralel Benar-benar Ada?

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Rabu 21 Desember 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 20 56 2730991 misteri-sains-apakah-dunia-paralel-benar-benar-ada-gh46xCVYb6.jpg Misteri sains: apakah dunia paralel benar-benar ada? (Foto: iStock)

JAKARTA - Sering kali gagasan mengenai adanya dunia paralel selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Ketika mendengar istilah “multiverse” pasti yang terlintas adalah cerita fiksi ilmiah layaknya di film-film.

Dalam film fiksi tersebut, dunia paralel ada dengan bentuk dan aturan fisika yang berbeda dengan dunia yang kita tinggali saat ini. Namun, terlintas pertanyaan apakah mungkin ada diri kita yang lain di luar sana? Bukan kita, tetapi seseorang dengan pribadi yang sama persis

Nyatanya, misteri dalam sains ini sudah sejak lama dibahas oleh para ilmuwan dan terus mencari jawaban mengenai kebenaran dunia paralel tersebut, apakah benar-benar ada?

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Rabu (21/12/2022), ada seorang fisikawan, kosmolog, dan profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang mendukung keberadaan dunia paralel sehingga ada beberapa konsep yang dibawakan olehnya.

Meskipun konsep dan gagasan tentang adanya dunia paralel merupakan sesuatu yang sangat mustahil untuk diteliti. Namun, banyak peneliti yang berpendapat bahwa dunia paralel itu mungkin saja ada.

Tegmark menjelaskan bahwa seluruh alam semesta kita ini mungkin hanya terdiri atas elemen, atom, atau kepulauan kosmik yang tidak ada ujungnya. Keberadaan alam semesta itu sangat luas yang bahkan tidak dapat dipecahkan.

Dalam artikel ilmiah yang berjudul “Parallel Universe” ditulis oleh Tegmark sendiri, ada 4 tingkatan dalam dunia paralel tersebut. Lantas, apa saja tingkatan yang mendukung keberadaan dunia paralel? Simak berikut ini.

Level 1: Beyond Our Cosmic Horizon

Pada level ini, menggambarkan alam semesta kita memiliki wujud berupa gelembung udara yang saling berdesakan dalam ruang-waktu yang disebut dengan jagad raya. Ibaratkan kita sedang melihat kapal di tengah laut, ketika kapal di luar pandangan mata, tentu kita tidak bisa melihatnya.

Semakin kita terus-menerus berlayar di samudera yang sangat luas dan tidak tahu ujungnya, kemungkinan kita bisa menemukan benua yang baru. Namun, ketika kapal itu masuk ke dalam horizon dan mendekati kita, maka tentu saja kita dapat melihat kapal tersebut sedikit demi sedikit.

Level 2: Other Postiflation Bubbles

Tingkatan ini didasari pada teori Chaotic Eternal Inflation yang menyatakan, alam semesta ini terus berkembang dan semakin membesar akibat ledakan Big Bag yang super cepat, sehingga digambarkan bentuk alam semesta kita itu seperti gelembung-gelembung.

Gelembung-gelembung itu nantinya dapat dikelompokan menjadi satu Multiverse, artinya jagad raya ini memiliki banyak alam semesta lain. Akan tetapi, kita selamanya tidak akan bisa melihat Multiverse lainnya, sebab perkembangan alam semesta tersebut berjalan secara cepat.

Follow Berita Okezone di Google News

Level 3: Quantum Many World

Dalam teori yang berdasarkan pada Mekanika Kuantum ini menyatakan, dunia paralel bukan terpisahkan oleh jarak melainkan waktu. Proses di dunia kuantum terjadi secara acak yang dapat menyebabkan alam semesta menjadi bercabang dan jumlahnya tidak terbatas.

Perbedaan mekanika kuantum dengan fisika klasik menghasilkan prinsip yang dinamakan Prinsip Ketidakpastian. Prinsip ini mengatakan bahwa ada batas untuk mengetahui secara presisi kondisi dari suatu partikel.

Level 4: Other Matchematical Structures

Pada level akhir ini merupakan paling abstrak dan ekstrem dibandingkan level-level sebelumnya, karena hukum alam di dunia paralel ini bisa berbeda jauh dari yang kita tahu. Tingkatan ini kita mengikuti Prinsip Demokrasi Matematika.

Prinsip Demokrasi Matemaitka ini menyatakan bahwa alam semesta lain itu tidak hanya berada di luar horizon alam semesta kita, tetapi juga berbeda dari berbagai aspek, mulai dari waktu, hukum, dan fisika dengan alam semesta kita ini. Maka dari itu, tingkatan ini sulit untuk divisualisasikan.

Dalam banyak teori di dunia ini, ada banyak ruang untuk Bumi lain. Setiap reaksi kuantum di planet kita akan menciptakan alam semesta paralel lain di Bumi yang lain. Dunia paralel ini terdengar seperti fiksi Sains, di mana bukan sebuah kepastian yang sudah diuji melainkan sebatas prediksi.

Mungkin dulu kita pernah berpikir jika Bumi itu pusat alam semesta dan waktu itu pasti absolut. Nyatanya, kita jadi tahu bahwa Bumi mengelilingi Matahari, serta waktu bisa dibengkokkan.

Itulah ilmu pengetahuan dan mungkin para fisikawan sedang mencoba menemukan cara untuk menemukan jawaban-jawaban dari teori atau konsep yang sudah didapat, dan tentu memerlukan waktu agar bisa mengungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini