Share

Twitter Larang Pengguna Tautkan Link Akun Medsos Lain

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2022 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 20 57 2730961 twitter-larang-pengguna-tautkan-link-akun-medsos-lain-8UvK9BO8ia.jpg Twitter larang pengguna tautkan link akun medsos lain (Foto: CNET)

JAKARTA - Twitter melarang pengguna yang mencoba untuk mencantumkan tautan akun media sosial (medsos) saingan di platformnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak Twitter pada Minggu, (18/12/2022).

Dilansir dari Sky News, Selasa (20/12/2022), Twitter Support menyebut aksi tersebut sebagai promosi gratis pada platform dan mengatakan tidak akan lagi mengizinkan hal itu di Twitter.

"Secara khusus, kami akan menghapus akun yang dibuat hanya untuk mempromosikan platform media sosial lain dan konten yang berisi tautan atau nama pengguna untuk platform, seperti Facebook, Instagram, Mastodon, Truth Social, Tribel, Nostr, dan Post," tulis akun resmi Twitter Support.

Namun, tampaknya Twitter masih mengizinkan pengguna untuk memposting silang konten dari platform media sosial manapun selama tidak ada unsur mempromosikan. Twitter mengizinkan tautan dari Parler, TikTok atau LinkedIn yang dibagian di platform.

Sebenarnya, tidak jelas alasan mengapa Twitter membuat pengecualian tiga aplikasi tersebut dari daftar hitam, tetapi ada kemungkinan bahwa media sosial tersebut bukan masuk ke dalam saingan perusahaan.

Bukan hanya itu, Twitter juga dapat menangguhkan akun yang digunakan untuk tujuan mempromosikan konten di platform, dan tidak akan lagi mengizinkan pengguna untuk menggunakan agregator tautan pihak ketiga, seperti Linktree atau Lnk.bio.

Perihal larangan tersebut belum diketahui bagaimana kelanjutan perusahaan untuk memberlakukan pembatasan kepada para pengguna Twitter, melihat pernyataan mengenai hal tersebut sudah dihapus dari akun resmi Twitter Support.

Follow Berita Okezone di Google News

Menanggapi cuitan dari Twitter Support tentang kebijakan baru itu, Jack Dorsey, mantan CEO Twitter mengklaim langkah itu adalah hal yang tidak masuk akal.

Beberapa pengguna juga menilai keputusan Musk sebagai bos Twitter saat ini, tidak menghormati nilai-nilai kebebasan berbicara. Sebelumnya, Musk juga dipaksa untuk mengaktifkan kembali akun para jurnalis yang sempat dihapus karena menerbitkan data pribadi tentang pesawat jetnya.

Para pejabat pemerintah dan kelompok advokasi mengatakan, langkah Musk untuk menutup akun-akun jurnalis merupakah salah satu banyak penyebab yang memicu kontroversi sejak Elon Musk mengambil alih Twitter.

Dengan demikian, jika ada pengguna yang menautkan akun media sosial platform lain di unggahan cuitan atau bio akun Twitter pribadi, maka akan dipastikan mereka dikenakan sanksi yang telah ditetapkan oleh Twitter.

Adapun sanksi berat yang dibuat Musk tidak tidak jauh dari tindakan penangguhan hingga penghapusan permanen akun pengguna dari platform Twitter.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini