Share

Jajak Pendapat Twitter Ditutup, Warganet Ingin Elon Musk Mundur Sebagai CEO

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Rabu 21 Desember 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 20 57 2731000 jajak-pendapat-twitter-ditutup-warganet-ingin-elon-musk-mundur-sebagai-ceo-PoX2WlVYeJ.jpg Jajak pendapat Twitter ditutup, warganet ingin Elon Musk mundur sebagai CEO (Foto: Reuters)

JAKARTA - Elon Musk sempat membuka sebuah jajak pendapat di Twitter, ia menanyakan warganet apakah dirinya harus mundur sebagai CEO atau tidak.

Hasilnya, lebih dari 17,5 juta pengguna yang menanggapi jajak pendapat tersebut menginginkan supaya Elon Musk mundur sebagai CEO Twitter. Jajak pendapat ditutup pada hari Senin (19/12/2022).

Dalam tulisannya di jajak pendapat tersebut, Musk akan mematuhi apa pun hasil yang didapat dari jajak pendapat tersebut. Dilansir dari VOA, Rabu (21/12/2022), hal itu terjadi setelah Musk berselisih dengan beberapa pengguna.

Atas dasar itu, pada Minggu (18/12/2022), Musk meminta pengguna Twitter untuk memutuskan apakah dia harus tetap bertanggung jawab atas platform media sosial setelah mengakui dia melakukan kesalahan dalam meluncurkan pembatasan yang melarang penyebutan situs media sosial saingan.

Adapun kebijakan yang diumumkan Twitter adalah pengguna tidak lagi dapat menautkan situs web di profil mereka, seperti Facebook dan Instagram, Mastodon, Tribel, Nostr, Post, dan Truth Social milik Donald Trump.

Namun, dalam kebijakan yang dibuat itu, Twitter tidak memberikan penjelasan mengapa daftar hitam memasukkan tujuh situs web tersebut tetapi tidak melarang situs web lain seperti Parler, TikTok atau LinkedIn.

Apabila terdapat pengguna yang melakukan hal tersebut, maka Twitter akan otomatis menangguhkan sementara akun tersebut.

Dari beberapa kebijakan yang dirubah, malah menimbulkan begitu banyak kritikan, termasuk dari pembela pemilik baru Twitter di masa lalu, sehingga ia berjanji untuk tidak membuat perubahan kebijakan besar lagi tanpa survei online terhadap pengguna.

Kendati demikian, Musk berjanji untuk membiarkan pengguna memutuskan peran masa depannya di Twitter melalui survei online yang ia buat. Meskipun ia juga berjanji akan reorganisasi pada bulan November.

Namun, sampai saat ini belum ada informasi terbaru apakah dia akan benar-benar memathui hasil jajak pendapat tersebut dan mundur sebagai CEO Twitter.

Follow Berita Okezone di Google News

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini