Share

Ini Cara Astronot Menentukan Waktu Sholat di Stasiun Luar Angkasa

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 31 Desember 2022 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 30 56 2737369 ini-cara-astronot-menentukan-waktu-sholat-di-stasiun-luar-angkasa-DyauhhVCMI.jpg Ilustrasi, Astronot (Foto: NASA)

Menentukan waktu sholat akan sangat mudah dilakukan di Bumi bahkan ketika sedang berada di hutan sekalipun. Namun bagaimana caranya menentukan waktu sholat bagi para astronot muslim yang bertugas di stasiun luar angkasa?

Pertanyaan ini mungkin pernah tersemat di dalam pikiran sebagian besar umat muslim. Lalu bagaimana solusi sholat di stasiun luar angkasa? Untuk menemukan jawabannya, simak ulasan berikut, seperti dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (31/12/2022).

Kebingungan untuk menentukan waktu sholat di luar angkasa pernah dialami oleh astronot asal Uni Emirat Arab (UEA) Hazzaa Al Mansouri. Kala ia bertugas di stasiun luar angkasa, ia mendapati Matahari terbit dan terbenam sebanyak 16 kali dalam sehari.

Ini Cara Astronot Menentukan Waktu Sholat di Stasiun Luar Angkasa

Hazza al Mansoori astronot Muslim asal Uni Emirat Arab. (Foto: Shamil Zhumatov/Reuters)

BACA JUGA:Pernah Bayangkan Cara Astronot Pipis atau BAB di Luar Angkasa? Ini Jawabannya

BACA JUGA:Kandidat Astronot Disabilitas Pertama di Dunia Bernama John McFall 

Dengan begitu, berdasarkan perhitungan tersebut maka Mansouri harus menunaikan sholat sebanyak 80 kali sehari. Ia pun akhirnya berkonsultasi dengan para ulama, dan pada akhirnya memutuskan untuk sholat mengikuti jam di Mekkah.

Waktu sholatnya pun sama seperti di Bumi, yakni 5 kali dalam sehari dan hal ini juga dilakukan oleh astronot asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor. Namun berbeda dengan Mansouri, Shukor melakukannya dengan mengikuti jam di negara asalnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk arah kiblat, baik Mansouri dan Shukor menghadap Bumi. Sementara untuk air wudhu, jika tidak tersedia menggunakan debu sebagai penggantinya. Untuk gerak sholat mereka bisa melakukannya dengan berdiri atau duduk mengingat ruang getak di stasiun luar angkasa juga terbatas.

Bagi para astronot muslim saat ini, sudah tidak perlu khawatir lagi soal bagaimana beribadah di luar angkasa. Pasalnya dari kasus dua astronot muslim di atas diadakan konferensi para ulama untuk membahas islam dan kehidupan di luar angkasa.

Hasilnya adalah buku pedoman diterbitkan untuk astronot muslim berjudul A Guideline of Performing Ibadah at the International Space Station (ISS). Jadi setiap astronot muslim yang bertugas di stasiun luar angkasa akan dibekali dengan pedoman tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini