Share

Studi Buktikan Alasan Bermain Game Bisa Tingkatkan Kecerdasan Otak

Yusuf Emar, Jurnalis · Sabtu 31 Desember 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 31 326 2737711 studi-buktikan-alasan-bermain-game-bisa-tingkatkan-kecerdasan-otak-xujHPt6BUM.jpg Bermain Game Terbukti Tingkatkan Kecerdasan Otak (Foto: Sciencefocus)

BANYAK orang beranggapan game bisa membuat seseorang menjadi malas dan bodoh, tapi menurut sebuah studi, game justru bisa mempertajam kemampuan kognitif kamu.

Mengenai hal tersebut, para ilmuwan banyak yang tertarik untuk menelitinya, bukti-bukti pun mulai mengungkapkan bahwa kekhawatiran semacam itu sebagian besar tidak berdasar

Menurut studi, selama bertahun-tahun game dan aplikasi pelatihan otak disebut sebagai cara yang mudah dan efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.

Karena dengan memainkan game atau teka teki cepat yang berfokus pada hal-hal seperti ingatan atau kesadaran spasial, seiring waktu kemampuan kita di bidang ini akan meningkat. Serta, secara teori, kecerdasan umum juga akan meningkat.

Bermain Game

Dari perspektif penelitian, masalah utamanya yakni mencari tahu apakah memainkan game bisa menghasilkan efek "transfer", yakni apakah akan meningkatkan keterampilan kamu pada permainan memori tertentu bisa menghasilkan peningkatan kognitif secara lebih luas

Para peneliti telah mencoba membuat perbedaan efek transfer dekat dan jauh. Di mana efek dekat berhubungan dengan apakah memainkan satu permainan memori menghasilkan peningkatan pada memori lainnya.

Sementara untuk efek jauh, berhubungan dengan apakah memainkan permainan itu menghasilkan perbaikan umum dalam kemampuan kognitif atau kecerdasan.

Sedangkan penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa permainan pelatihan otak menghasilkan efek yang hampir sama dan umumnya lemah, sementara penelitian lain gagal menemukan hasil yang sama. Kemudian untuk efek jauh tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa hal itu terjadi.

Tapi, sebuah penyelidikan telah membandingkan game pelatihan otak dengan video game run-of-the-mil, dan di sanalah hal-hal menjadi menarik.

Tepatnya pada studi tahum 2015 yang membandingkan game pelatihan otak Lumosity dengan game teka-teki orang pertama Portal 2. para peneliti menemukan bahwa pemain Lumosity tidak menunjukkan peningkatan dalam keterampilan pemecahan masalah dan spasial, namun pemain Portal 2 melakukannya.

Sejalan dengan penelitian tersebut, sebuah studi terhadap 45.000 responden yang diterbitkan  tahun 2019 menunjukkan, meski ada sedikit manfaat kognitif dari bermain game pelatihan otak, ini bisa diabaikam dibanding dengan efek video game pada umumnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan pada tahun 2020, para peneliti yang berbasis di Institut Karolinska di Swedia melihat data dari sekitar 9.000 anak-anak Amerika dan menemukan, anak berusia 9 atau 10 tahun yang bermain game untuk waktu di atas rata-rata, tidak menunjukkan perbedaan dalam kecerdasan, dibandingkan dengan mereka yang bermain lebih sedikit.

Kemudian Studi tersebut melibatkan 5.000 anak-anak dua tahun kemudian dan menemukan bahwa pada usia 12 tahun, anak-anak yang bermain game memiliki 2,5 poin IQ lebih banyak daripada rata-rata.

Sedangkan pada penelitian terbaru lainnya pada populasi yang lebih tua, menunjukkan bahwa ada manfaat yang serupa. Seperti sebuah studi tahun 2020 terhadap orang dewasa berusia 60 hingga 80 tahun menunjukkan bermain game seperti Angry Birds atau Super Mario 3D World bisa membantu peningkatan memori selama rentang waktu empat minggu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini