Share

Kenapa Api Panas? Begini Penjalasan Ilmiahnya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 02 Januari 2023 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 02 56 2738719 kenapa-api-panas-begini-penjalasan-ilmiahnya-k2TxgC1xRy.jpg Ilustrasi Api. (Foto: Freepik)

API menjadi elemen yang bermanfaat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari seperti memasak, menghangatkan tubuh, dan sebagainya. Namun pernahkah terpikir kenapa api panas?

Pertanyaan tersebut mungkin pernah muncul di benak hampir semua orang. Lantas kenapa api panas? Untuk menjawabnya, simak paparan berikut, seperti dilansir dari Thoughtco, Senin (2/12/2022).

Menurut Anne Marie Helmenstine, seorang Ph.D Ilmu Biomedis dari Universitas Tennessee di Knoxville, api panas karena energi termal (panas) dilepaskan ketika ikatan kimia putus dan terbentuk selama reaksi pembakaran.

Pembakaran mengubah bahan bakar dan oksigen menjadi karbon dioksida dan uap air. Energi diperlukan untuk memulai reaksi, memutuskan ikatan dalam bahan bakar dan antara atom oksigen, sehingga menghasilkan lebih banyak energi panas.

Api

Cahaya dan panas dilepaskan sebagai energi. Api adalah bukti nyata dari energi ini. Nyala api sebagian besar terdiri dari gas panas. Cahaya api merupakan indikasi yang terlihat dari reaksi pembakaran, tetapi energi termal (panas) mungkin juga tidak terlihat.

Mengapa api panas? Singkatnya, api itu panas karena energi yang tersimpan dalam bahan bakar dilepaskan secara tiba-tiba. Energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi kimia jauh lebih sedikit daripada energi yang dilepaskan.

Tingkat panas api tidak ada yang tunggal, bergantung pada beberapa faktor, antara lain komposisi kimiawi bahan bakar, ketersediaan oksigen, dan porsi nyala api yang diukur. Kebakaran kayu dapat melebihi 1100° Celcius, tetapi berbagai jenis kayu terbakar pada temperatur yang berbeda.

Misalnya, pinus menghasilkan panas dua kali lebih banyak dari cemara atau willow dan kayu kering terbakar lebih panas daripada kayu hijau. Propana di udara terbakar pada suhu yang sebanding 1980° Celcius, namun jauh lebih panas di oksigen 2820° Celcius.

Follow Berita Okezone di Google News

Bahan bakar lain seperti asetilena dalam oksigen 3100° Celcius terbakar lebih panas daripada kayu apa pun. Warna api adalah ukuran kasar seberapa panasnya api itu. Api merah tua sekitar 600-800° Celcius sementara api kuning sekitar 1100° Celcius.

Untuk panas yang lebih dahsyat warnanya akan menjadi putih, berkisar antara 1300-1500 Celcius. Kemudian api biru adalah yang terpanas, berkisar antara 1400-1650° Celcius. Nyala api kompor gas biru jauh lebih panas daripada nyala kuning dari lilin lilin.

Bagian paling panas dari api adalah titik pembakaran maksimum, yang merupakan bagian api yang berwarna biru (jika api membakar sepanas itu). Namun tidak hanya itu, bagian atas api juga menjadi titik terpanas api karena panas akan naik dan terkumpul di titik itu.

Sekedar informasi, api terpanas yang pernah dihasilkan adalah pada 4990° Celcius. Api ini terbentuk dengan menggunakan dicyanoacetylene sebagai bahan bakar dan ozon sebagai pengoksidasi.

Api dingin juga bisa dibuat. Misalnya, nyala sekitar 120° Celcius dapat dibentuk dengan menggunakan campuran udara-bahan bakar yang diatur. Namun, karena api dingin hampir tidak melebihi titik didih air, jenis api ini sulit dipertahankan dan mudah padam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini