Share

Gara-Gara Nunggak Uang Sewa Kantor Rp2,1 Miliar, Twitter Digugat

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2023 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 03 54 2739364 gara-gara-nunggak-uang-sewa-kantor-rp2-1-miliar-twitter-digugat-XarPj1y8Hd.jpg Ilustrasi Twitter. (Foto: Shutterstock)

PERUSAHAAN Elon Musk yang baru dibeli, Twitter, dikabarkan mendapatkan gugatan dari perusahaan properti. Perusahaan tersebut, menggugat salah satu penyedia media sosial terbesar tersebut lantaran belum membayar sewa.

California Property Trust menggugat Twitter lantaran belum membayar uang sewa gedung senilai USD136.250 atau setara Rp2,1 miliar yang digunakan sebagai kantor pusat. Dikabarkan bahwa perusahaan milik Elon Musk itu telah menunggak uang sewa selama berminggu-minggu, melansir dari Engadget.

California Property Trust menyebut bahwa sejak 16 Desember 2022, Twitter telah gagal membayar sewa untuk lantai 30 Gedung Hartford, yang terletak di 650 California Street di San Francisco, Amerika Serikat (AS). Perusahaan itu pun mengancam bahwa jika dalam lima hari sewa tak dilunasi, Twitter akan digudat ke Pengadilan Tinggi Wilayah San Francisco.

Twitter

Menurut laporan New York Times tanggal 13 Desember, Twitter dalam beberapa minggu terakhir telah berhenti membayar sewa di semua kantor globalnya untuk menghemat biaya. Perusahaan juga menghadapi gugatan karena gagal membayar USD197.725 atau Rp3 miliar untuk biaya sewa pesawat yang dicarter Musk selama minggu pertamanya di Twitter.

Selama periode waktu yang sama, Musk dilaporkan telah membawa lebih dari setengah lusin pengacara dari SpaceX untuk mendukung tim hukum Twitter. Belum jelas bagaimana cara Musk melunasi utang-utangnya, mengingat orang yang pernah berada di posisi orang terkaya di dunia itu tengah mengalami krisis ekonomi.

Follow Berita Okezone di Google News

Sekadar informasi, Elon Musk baru saja menjual sahamnya di Tesla sebesar USD 3,6 miliar atau setara Rp56,2 triliun. Langkah ini ditempuh olehnya agar perusahan bisa bertahan dari krisis keuangan yang terjadi.

Tercatat, sepanjang tahun 2022 Tesla telah menjual saham hampir USD 40 miliar atau Rp624 triliun agar dapat terus mengembangkan diri dan survive. Tak hanya itu, Elon Musk leeat Twitter juga sebelumnya melakukan berbagai strategi efisiensi untuk mempertahankan bisnisnya.

Selain melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke hampir 75 persen karyawan, perusahaan juga disebut telah menutup beberapa pusat data. Bahkan, kantor Twitter di Seattle, AS, dikabarkan akan ditutup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini