Share

Ukurannya Jauh Lebih Besar, Kenapa Bumi Tak Jatuh ke Matahari?

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 04 Januari 2023 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 04 56 2739936 ukurannya-jauh-lebih-besar-kenapa-bumi-tak-jatuh-ke-matahari-R3LH9Qi8Z5.jpg Ilustrasi Tata Surya. (Foto: Shutterstock)

MASIH ingat pelajaran Sekolah Dasar tentang rotasi dan revolusi bumi? Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya atau sumbuhnya. Adapun revolusi bumi adalah gerak bumi mengelilingi matahari.

Bumi bergerak dengan kecepatan sebesar 107.500 km per jam dengan lintasan yang ditempuh Bumi untuk mengelilingi Matahari adalah 365 hari atau satu tahun. Bumi bergerak mengelilingi Bumi karena adanya tarikan gravitasi Matahari yang sangat kuat.

Tapi tahukah kenapa Bumi dapat tetap mengelilingi Matahari tanpa jatuh ke dalam inti Matahari?

Melansir dari 5 Minutes Craft, jawabannya adalah karena ada kekuatan lain yang berperan di sini. Kekuatan yang dimaksud adalah Bumi yang memiliki gerakannya sendiri. Itulah yang menjaga Bumi tetap pada orbitnya.

Tata Surya

Berkat kombinasi dari gerakan ini, bersama dengan gravitasi, Bumi, yang bergerak dengan kecepatan hampir 30 km/dtk, selalu jatuh tetapi tidak pernah cukup dekat dengan matahari sehingga gravitasi membiarkannya menarik planet ke permukaan.

Hal yang sama terjadi pada orbit gravitasi lainnya. Saat para astronot berada di orbit, mereka selalu jatuh ke Bumi tetapi tidak pernah benar-benar terjatuh.

Kecepatan planet memainkan peran besar dalam hal ini. Agar planet dapat menjaga jarak tertentu dari matahari, ia harus memiliki kecepatan tertentu yang tidak terlalu tinggi untuk terbang dan tidak terlalu rendah untuk jatuh ke matahari.

Follow Berita Okezone di Google News

Alasan mengapa Bumi mempertahankan kecepatan ini adalah massa nya sendiri. Objek lain, seperti asteroid, jatuh ke matahari karena ukurannya tidak cukup besar.

Isaac Newton jugavtelah melakukan eksperimen pikiran untuk mencoba menjelaskan cara kerja orbit. Ia menggambarkan ada meriam di permukaan planet yang ditembakkan tepat ke langit.

Saat bola meriam naik, gravitasi menariknya kembali dan jatuh kembali. Tapi itu tidak terletak di tempat yang sama. Jika meriam ditembakan kembali dengan kecepatan yang lebih, jaraknya akan lebih jauh.

Namun jika ditembakan dengan kecepatan yang tepat, secara teoritis, bola mungkin mulai mengorbit di sekitar Bumi. Itu masih akan jatuh ke Bumi tetapi tidak akan pernah mencapainya karena planet akan menghindarinya lebih cepat.

Jadi, seperti Bumi jatuh ke Matahari, bola meriam akan terus jatuh dan tidak akan pernah mendarat di Matahari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini