Share

NASA Gelontorkan USD2,7 Miliar untuk Proyek Ambisius Pesawat Titan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2023 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 12 56 2744831 nasa-gelontorkan-usd2-7-miliar-untuk-proyek-ambisius-pesawat-titan-yEwlxSxgxy.jpg Project Titan. (Foto: Engadget)

EKSPLORASI luar angkasa memang terus dilakukan, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin mumpuni. Apalagi, adanya wacana untuk melakukan "liburan" ke luar angkasa, seperti yang dilakukan oleh Elon Musk.

Oleh karena itu, lembaga antariksa Amerika, NASA, menyebut akan ada 14 proyek yang dapat berguna untuk misi di dalam dan di luar Tata Surya. Puncaknya adalah kehadiran Titan, pesawat amfibi yang dapat terbang melalui atmosfer nitrogen dan metana di Saturnus dan mengarungi lautannya.

Diolah dari Engadget, NASA mengumumkan bahwa mereka bersedia mendanai proyek ambisius pesawat amfibi Titan yang akan mengeksplorasi ruang angkasa lebih jauh dan cepat. Lembaga antariksa asal AS itu akan mencairkan dana sekitar USD175.000 atau Rp 2,7 miliar untuk studi awal proyek.

Project Titan

Titan rencananya akan mengumpulkan metana dan bahan organik kompleks untuk dipelajari dengan menyedotnya melalui ujung depan yang berpori. Sebuah proyek dari Artur Davoyan UCLA, sementara itu, dapat mempercepat misi ke tepi luar Tata Surya dan bahkan ruang antarbintang.

Rancangannya akan mendorong pesawat ruang angkasa dengan menghasilkan "pellet-beam" partikel mikroskopis yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi (lebih dari 74 mil per detik) menggunakan ledakan laser. Konsep ini secara dramatis dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menjelajahi luar angkasa.

Di mana Voyager 1 membutuhkan waktu 35 tahun untuk mencapai ruang antarbintang (heliopause, kira-kira 123AU dari Matahari), sebuah pesawat ruang angkasa seberat satu ton dapat mencapai 100AU hanya dalam waktu tiga tahun. Itu bisa melakukan perjalanan 500AU dalam 15 tahun.

Follow Berita Okezone di Google News

Upaya lain sama ambisiusnya. Mary Knapp dari MIT telah mengusulkan sebuah observatorium luar angkasa yang akan menggunakan segerombolan ribuan satelit kecil untuk mendeteksi emisi radio frekuensi rendah dari alam semesta awal, belum lagi medan magnet planet ekstrasurya mirip Bumi.

Congrui Jin dari University of Nebraska di Lincoln telah membayangkan blok bangunan habitat yang tumbuh sendiri yang dapat menghemat ruang dalam misi ke Mars, sementara Peter Curreri dari Lunar Resources telah merancang saluran pipa yang dapat mengantarkan oksigen antar pangkalan Bulan.

Ini semua adalah inisiatif awal yang tidak dijamin mengarah pada tes dunia nyata, apalagi misi. Namun, mereka mengilustrasikan pemikiran NASA. Administrasi mendanai proyek sekarang dengan harapan bahwa setidaknya satu proyek pada akhirnya akan terbayar. Bahkan jika ada keberhasilan parsial, NASA dapat membuat penemuan yang tidak praktis dengan menggunakan teknologi yang ada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini