Share

Kisah Pendiri dan Pencipta Spotify yang Dulunya Pernah Ditolak Mentah-Mentah oleh Google

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2023 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 13 54 2745776 kisah-pendiri-dan-pencipta-spotify-yang-dulunya-pernah-ditolak-mentah-mentah-oleh-google-KXGL7ozMkZ.jpg Ilustrasi Kisah Spotifiy(Foto: Crash.net)

JAKARTA- Kisah pendiri dan pencipta Spotify yang dulunya pernah ditolak mentah-mentah oleh Google menginspirasi banyak orang. Sebut saja Daniel EK, sosok di balik kesuksesan platform musik itu.

Spotifiy

Daniel EK lahir di Ragsved, Swedia. Darah musik yang mengalir dalam darahnya berasal dari nenek dan kakeknya. Nenek Daniel EK adalah seorang penyanyi opera, sedangkan sang kakek pemain musik jazz.

Meski memiliki darah musik, Daniel EK sangat tertarik pada teknologi. Kebetulan ayah tirinya bekerja dalam bidang teknologi informasi. Daniel EK pun banyak belajar mengoperasikan komputer dari sang ayah.

Setelah pulang sekolah, Daniel EK sibuk bergulat dengan program komputer. Sembari mengolah kode-kode program, Daniel EK selalu mendengarkan musik. Selain itu, Daniel Ek juga gemar bermain gitar dan bernyanyi.

Follow Berita Okezone di Google News

Sejak berusia 13 tahun Daniel EK sudah merancang situs website sendiri. Memasuki usia 18 tahun ia sudah memiliki penghasilan sendiri. Berawal dari situ, kisah pendiri dan pencipta Spotify yang dulunya pernah ditolak mentah-mentah oleh Google dimulai.

Sebelum mendirikan Spotify, Daniel sempat mendaftar ke Google. Ia sangat terpesona dengan kecepatan Google sebagai mesin pencari terbesar. Perusahaan Google menolaknya karena ia tidak memiliki ijazah.

“Saya akan membuat mesin pencari sendiri, tidak akan sesulit itu. Ternyata itu sangat-sangat sulit,” ungkap Daniel EK dalam sebuah wawancara.

Kemudian, Daniel EK memilih melanjutkan pendidikannya ke KTH Royal Institute of Technology jurusan teknik. Motivasi memiliki bisnis sendiri membuatnya memilih putus sekolah.

Akhirnya Daniel EK bekerja di sebuah agen periklanan online tradedoubler. Dari pekerjaan itu, ia mengumpulkan pundi-pundi uang hingga memiliki kemandirian finansial.

Kesuksesan Daniel EK tidak bertahan lama. Ia kembali pada mimpi awalnya, hingga akhirnya ia menjual propertinya

Setelah uangnya terkumpul, Daniel EK menghubungi Martin Lorentzon untuk membuat platform musik. Hingga akhirnya, kedua sahabat itu mendirikan Spotify tahun 2006. Kemudian mereka meluncurkan Spotify pertama kali di Eropa tahun 2008.

Tahun 2011 Spotify masuk ke Amerika Serikat dan mendapat sambutan baik. Daniel EK dan Martin Lorentzon mendapatkan banyak investor dari Amerika Serikat. Tidak terpikirkan bahwa Spotify menjadi katalog musik gratis dan besar seperti sekarang.

Demikian kisah pendiri dan pencipta Spotify yang dulunya pernah ditolak mentah-mentah oleh Google.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini