Share

Facebook Gugat Perusahaan Pengawasan karena Bekerja Sama dengan LAPD Kumpulkan Data Pengguna

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 16 Januari 2023 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 16 54 2747362 facebook-gugat-perusahaan-pengawasan-karena-bekerja-sama-dengan-lapd-kumpulkan-data-pengguna-HF6GR0u6Tq.jpg Facebook. (Foto: Reuters)

KEAMANAN data memang menjadi salah satu masalah yang tengah diwaspadai oleh beberapa negara. Salah satu yang pernah bermasalah dengan masalah kebocoran data adalah Facebook.

Oleh karena itu, raksasa teknologi Meta sebagai induk dari Facebook dan Instagram memperketat keamanan data mereka. Bahkan, belakangan perusahaan bentukan Mark Zuckerberg itu menggugat sebuah perusahaan karena menyalahgunakan data pengguna Facebook dan Instagram.

Mereka menggugat perusahaan pengawasan bernama Voyager Labs, karena mengumpulkan 600.000 data pengguna Facebook dan Instagram untuk memprediksi kepribadian mereka. Perusahaan tersebut pun menggunakan puluhan ribu akun palsu untuk mengambil data.

Meta mengatakan sedang memulai tindakan hukum, menyusul penyelidikan Guardian yang mengungkapkan bahwa Voyager Labs bekerja sama dengan Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) pada tahun 2019 untuk membuat akun palsu tersebut.

Facebook

Seperti dihimpun dari Metro, Voyager Labs mengklaim menggunakan informasi media sosial tersebut untuk memprediksi kepribadian pengguna. Sehingga, mencegah mereka melakukan kejahatan di masa depan.

Menurut catatan publik yang diperoleh oleh Brennan Center for Justice, layanan Voyager sendiri memungkinkan polisi mengawasi dan menyelidiki orang dengan merekonstruksi kehidupan digital mereka dan membuat asumsi tentang aktivitas mereka.

Catatan menunjukkan bahwa Voyager menyatakan bahwa nama Instagram yang menampilkan kebanggaan terhadap tanah Arab atau memposting sebuah postingan tentang Islam menunjukkan tanda-tanda potensi ekstremisme. Meta dalam tulisan sebuah blog mengtakan bahwa Voyager adalah bagian dari industri yang menyediakan layanan scraping kepada siapa pun terlepas dari pengguna yang mereka targetkan dan untuk tujuan apa.

Tidak berhenti di situ, perusahaan yang diketahui berambisi untuk menyemlurnakan ekosistem metaverse itu juga mengatakan bahwa Voyager juga dijadikan sebagai alat atau cara untuk membuat profil orang untuk perilaku kriminal.

Follow Berita Okezone di Google News

"Industri ini secara diam-diam mengumpulkan informasi yang dibagikan orang dengan komunitas, keluarga, dan teman mereka, tanpa pengawasan atau pertanggungjawaban, dan dengan cara yang dapat melibatkan hak-hak sipil orang," ungkap Meta.

Voyager Labs, yang mengklaim menyediakan 'solusi investigasi berbasis AI', memiliki kantor di AS, Inggris, Israel, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Voyager dituduh mengoperasikan lebih dari 38.000 akun Facebook palsu untuk mengumpulkan informasi dari lebih dari 600.000 pengguna.

Adapun infomasi yang dikumpulkan termasuk foto, komentar, dan informasi dari grup dan halaman. Perusahaan diduga merancang perangkat lunaknya agar tidak terdeteksi oleh Meta, sambil menjual dan melisensikan data yang diperolehnya.

Meta mengklaim karyawan nirlaba, universitas, organisasi media, fasilitas kesehatan, angkatan bersenjata AS dan lembaga pemerintah lokal, negara bagian dan federal, pensiunan, dan anggota serikat pekerja tunduk pada aktivitas Voyager.

Tidak jelas siapa klien Voyager saat itu atau untuk apa data itu digunakan. Namun yang jelas gugatan baru-baru ini menggemakan skandal Facebook dan Cambridge Analytica 2018 di mana data pribadi 50 juta pengguna Facebook diambil tanpa seizin mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini