Share

Fakta-Fakta Menarik Seputar Astronot, Siapa yang Boleh Masuk?

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2023 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 54 2748817 fakta-fakta-menarik-seputar-astronot-siapa-yang-boleh-masuk-KLtDrFK0iY.jpg Ilustrasi Astronot. (Foto: Reuters)

ASTRONOT memang menjadi profesi yang sangat digemari banyak anak-anak kecil. Tidak heran jika banyak anak-anak yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang astronot.

Nah, bagi kalian yang memiliki anak bercita-cita sebagai astronot, maka perlu diketahui bahwa menjadi astronot memerlukan komitmen yang luar biasa. Berikut adalah fakta menarik yang harus diketahui saat kalian menjadi astronot, dirangkum dari Space.

Astronot punya kelas khusus

Program luar angkasa telah berkembang dan berubah secara signifikan sejak NASA memiliki kelas khusus astronot pada tahun 1959. Para peserta kelas semula diambil dari militer, terutama pilot uji karena mereka dianggap siap menghadapi bahaya.

Namun seiring berkembangnya program NASA, diperlukan keahlian yang lebih beragam. NASA pun membuka kelas lain yang diikuti oleh beragam peserta dengan bermacam keahlian. Menariknya, kelas astronot saat ini diisi 50% pria dan 50% wanita.

Astronot memiliki banyak jenis pelatihan

Kandidat astronot menjalani proses yang intens sebelum dipilih dan disertifikasi sebagai astronot yang siap terbang. Di antara banyak tugas mereka adalah mempelajari cara berjalan di luar angkasa, cara melakukan robotika, cara menerbangkan pesawat, dan cara bekerja di ISS.

Kandidat astronot akan menerbangkan armada T-38 NASA untuk mendapatkan keterampilan piloting, berlatih berjalan di luar angkasa di kolam renang sedalam 60 kaki di Johnson Space Center, dan memperdalam ilmu kepemimpinan mereka.

Astronot

Menjadi astronot perlu memenuhi persyaratan ketat

NASA memiliki persyaratan ketat yang harus dipenuhi seseorang ketika ia ingin menjadi astronot. Yang pertama adalah kondisi prima, memiliki keterampilan teknis untuk melakukan pekerjaan rumit, dan harus bersedia bekerja jauh dari rumah.

Calon astronot juga harus memiliki gelar sarjana di bidang teknik, ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu komputer atau matematika, diikuti dengan tiga tahun pengalaman profesional atau 1.000 jam terbang di pesawat jet. Mereka juga harus memiliki pengalaman kepemimpinan.

Pesawat yang digunakan astronot beragam

Astronot saat ini menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia untuk mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Namun, di tahun-tahun mendatang, NASA berharap astronot akan menggunakan Orion, seiring dengan misi ke Mars.

Tidak hanya itu, astronot juga bakal mendapat tunggangan baru untik mencapai luar angkasa pada akhir dekade ini. Dikatakan bahwa SpaceX dan Boeing sedang membuat pesawat ruang angkasa yang baru untuk program kru komersial NASA di masa depan.

Astronot bekerja dan menghabiskan banyak waktu di ISS

Sementara publik berpikir bahwa astronot akan banyak menghabiskan waktu dan melayang-layang di angkasa, nyatanya mereka akan banyak melakukan penelitian di dalam ISS. Penelitian dilakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Masa pelatihan astronot sangat lama

Sebagian besar waktu astronot akan dihabiskan untuk pelatihan dan mendukung misi lainnya. Untuk pelatihan dasarnya saja yang mencakup pelatihan bertahan hidup, keterampilan teknis, dan bahasa mereka akan menghabiskan waktu selama dua tahun.

Setelah lulus dari sederet pelatihan, astronot baru dapat ditugaskan ke misi luar angkasa secara langsung atau ditugaskan ke peran teknis di Kantor Astronot di Johnson Space Center di Houston untuk menasehati para insinyur NASA.

Follow Berita Okezone di Google News

Astronot terikat dalam kemitraan internasional

Astronot yang dipilih oleh NASA pada prinsipnya akan bekerja dengan jaringan kemitraan internasional. Bersama dengan mitra dari 16 negara yang berpartisipasi dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional, masing-masing dengan bidang keahliannya sendiri.

Misalnya, Roscosmos (Badan Antariksa Federal Rusia) mengoperasikan beberapa modul di stasiun dan mengangkut astronot ke luar angkasa menggunakan roket Soyuz mereka. Badan Antariksa Kanada sangat berpartisipasi dalam operasi robotik, seperti menangkap kapal kargo dengan Canadarm2.

Mitra internasional utama lainnya termasuk European Space Agency (ESA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Masing-masing agensi ini memiliki astronotnya sendiri yang bekerja di stasiun luar angkasa dan di kantor astronot.

Saingan untuk menjadi astronot mencapai ribuan

Pada putaran perekrutan saat ini, setidaknya ada lebih dari 18 ribu pengajuan untuk menjadi astronot. Mereka akan diseleksi dan saling bersaing untuk bisa masuk ke kelas astronot dan lulus sebagai astronot dengan berbagai kemampuan.

Di tahap awal selekai jumlah calon astronot yang akan diserap hanya mencapai 120 orang. Nantinya di tahap seleksi selanjutnya akan dikurangi lagi hingga akhirnya mencapai 50 orang. 50 orang inilah yang akan dipilih untuk bisa mengikuti kelas astronot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini