Share

Benarkah Menguap itu Menular?

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 56 2748920 benarkah-menguap-itu-menular-E0yt96bxrB.jpg Benarkah Menguap itu Menular?

Saat sedang mengantuk, biasanya kita akan menguap, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita menguap? Apakah hanya karena mengantuk? Jawabannya adalah tidak ada yang benar-benar tahu. Para ilmuwan mungkin memiliki jawaban yang berbeda-beda, tapi tidak ada penjelasan tunggal mengapa manusia menguap.

Namun, ada satu hal yang para ahli ketahui tentang menguap, yaitu nampaknya menguap itu menular! Apakah Anda pernah tiba-tiba menguap setelah melihat orang lain menguap? Kebanyakan orang pasti pernah mengalami hal tersebut. Seseorang enam kali lebih mungkin akan menguap setelah melihat orang lain melakukannya.

Mengapa menguap bisa menular? Hingga saat ini para peneliti masih mencari jawaban pasti dari hal tersebut. Mereka melakukan banyak penelitian tentang mengapa menguap itu menular menular dari orang ke orang. Ternyata, para ahli memiliki beberapa teori untuk alasan di baliknya.

Satu penjelasan yang mungkin berkaitan adalah sesuatu yang disebut pencerminan sosial, hal ini dipicu oleh neuron cermin di otak. Sel-sel ini membantu otak memperhatikan perilaku yang berguna di orang lain dan kemudian menirunya.

Ketika seseorang melihat orang lain menguap, neuron cermin akan langsung mengamati tindakan tersebut dan menafsirkannya sebagai sesuatu yang bermanfaat, hal ini menyebabkan kita menguap setelah melihat orang yang juga menguap.

Follow Berita Okezone di Google News

Teori populer lainnya adalah menguap itu menular karena ikatan sosial. Faktanya, banyak ahli percaya bahwa, mungkin hal ini merupakan tanda empati. Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Manusia adalah makhluk sosial. Mereka membentuk persahabatan, keluarga, dan hidup bersama dalam kelompok, inilah sebabnya banyak orang meniru orang lain, seperti tersenyum ketika orang lain melakukannya. Menguap mungkin hanya contoh lain dari perilaku ini. Faktanya, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa orang akan lebih mudah tertular menguap jika keduanya memiliki ikatan sosial. 
Apa pun penjelasannya, para ahli tahu bahwa menguap yang menular ternyata tidak terbatas pada manusia saja. Dilansir dari Wonderopolis, Ternyata hal serupa terjadi pada Singa yang berada di Afrika Selatan. Ditemukan bahwa hewan-hewan ini juga saling tertular menguap menguap. Faktanya, seekor singa 139 kali lebih mungkin menguap setelah melihat anggota lainnya melakukan hal tersebut.

Teori populer lainnya adalah menguap itu menular karena ikatan sosial. Faktanya, banyak ahli percaya bahwa, mungkin hal ini merupakan tanda empati. Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Manusia adalah makhluk sosial.

Mereka membentuk persahabatan, keluarga, dan hidup bersama dalam kelompok, inilah sebabnya banyak orang meniru orang lain, seperti tersenyum ketika orang lain melakukannya. Menguap mungkin hanya contoh lain dari perilaku ini. Faktanya, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa orang akan lebih mudah tertular menguap jika keduanya memiliki ikatan sosial. 

Apa pun penjelasannya, para ahli tahu bahwa menguap yang menular ternyata tidak terbatas pada manusia saja. Dilansir dari Wonderopolis, Ternyata hal serupa terjadi pada Singa yang berada di Afrika Selatan. Ditemukan bahwa hewan-hewan ini juga saling tertular menguap menguap. Faktanya, seekor singa 139 kali lebih mungkin menguap setelah melihat anggota lainnya melakukan hal tersebut.

(DRA)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini