Share

Peneliti di AS Berhasil Temukan Kapas Anti Api

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 56 2749202 peneliti-di-as-berhasil-temukan-kapas-anti-api-wgeBTleb6F.jpg Peneliti di AS Berhasil Temukan Kapas Anti Api

Bahan kimia tahan api tentu saja bisa kita gunakan untuk mencegah dan menghidari kebakaran. Tetapi, terkadang bahan-bahan kimia tersebut kurang baik untuk kesehatan.

Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, para peneliti dari Departemen Pertanian A.S. berhasil membiakkan populasi kapas baru yang dapat padam sendiri setelah terkena api.

Tim ilmuwan dari Layanan Penelitian Pertanian USDA, yang dipimpin oleh Gregory N. Thyssen, membiakkan 10 galur kapas menggunakan alel dari 10 kultivar induk yang berbeda.

Setelah membuat kain dengan masing-masing jenis ini, para peneliti mengujinya dengan dibakar dan menemukan bahwa empat di antaranya mampu padam sendiri sepenuhnya setelah terkena api.

Dilansir dari Gizmodo, “Penelitian ditujukan untuk mengembangkan kultivar komersial yang bisa menciptakan peluang untuk meningkatkan keamanan produk kapas sekaligus mengurangi dampak ekonomi dan lingkungan dari bahan kimia tahan api,” ujar sang penulis studi, Brian Condon.

“Kapas-kapas ini akan sangat menguntungkan petani, produsen, dan konsumen.” lanjut Condon

Melalui analisis genom dari kultivar kapas yang sudah ada sebelumnya, Condon dan rekannya menemukan bahwa beberapa gen dapat dihubungkan dengan ketahanan api.

Gen-gen ini membentuk fenotipe yang setara dengan berbagai tingkat ketahanan api. Dua orang dari tim peneliti tersebut menggunakan 11 kultivar kapas yang tidak tahan api untuk membiakkan 10 galur baru dengan kapasitas pelepasan panas yang berbeda.

Follow Berita Okezone di Google News

Condon dan para peneliti kemudian melakukan uji bakar dengan kain yang diletakkan pada sudut 45 derajat, dan uji tersebut mengungkapkan bahwa empat galur baru dengan kapasitas pelepasan panas terendah mampu padam sendiri setelah terkena api.
Kultivar tahan api ini bisa menjadi sebuah terobosan dalam industri tekstil. Saat ini, berbagai upaya untuk membuat kain tahan api, termasuk penggunaan bahan kimia yang cenderung tahan api. Bahan kimia tahan api telah disematkan ke banyak kain setidaknya sejak tahun 1970-an. 
Sementara beberapa telah ditarik dari pasaran, bahan kimia ini ternyata tidak mudah terurai, dan dapat terakumulasi secara biologis pada manusia dan hewan, hal ini berpotensi menyebabkan gangguan endokrin, toksisitas reproduksi, dan kanker. Jenis kapas baru ini dapat digunakan untuk memproduksi kain dan produk yang tahan api secara alami.

Condon dan para peneliti kemudian melakukan uji bakar dengan kain yang diletakkan pada sudut 45 derajat, dan uji tersebut mengungkapkan bahwa empat galur baru dengan kapasitas pelepasan panas terendah mampu padam sendiri setelah terkena api.

Kultivar tahan api ini bisa menjadi sebuah terobosan dalam industri tekstil. Saat ini, berbagai upaya untuk membuat kain tahan api, termasuk penggunaan bahan kimia yang cenderung tahan api. Bahan kimia tahan api telah disematkan ke banyak kain setidaknya sejak tahun 1970-an.

Sementara beberapa telah ditarik dari pasaran, bahan kimia ini ternyata tidak mudah terurai, dan dapat terakumulasi secara biologis pada manusia dan hewan, hal ini berpotensi menyebabkan gangguan endokrin, toksisitas reproduksi, dan kanker. Jenis kapas baru ini dapat digunakan untuk memproduksi kain dan produk yang tahan api secara alami.

(DRA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini