Share

Kenapa Matahari Terlihat Berwarna Kuning?

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 56 2749276 kenapa-matahari-terlihat-berwarna-kuning-u53wQKNPRn.jpg Kenapa Matahari Terlihat Berwarna Kuning?

Jika Anda bertanya kepada orang secara acak, warna matahari itu apa sih? Pasti banyak yang menjawab kuning. Apakah Anda akan kaget saat mengetahui bahwa matahari tidak berwarna kuning? Matahari itu sebenarnya berwarna putih.

Jika Anda melihat matahari dari Stasiun Luar Angkasa Internasional atau dari bulan, Anda bisa melihat warna asli dari matahari. Alasan matahari tampak berwarna kuning pada siang hari atau jingga kemerahan saat matahari terbit dan terbenam, adalah karena kita melihat matahari melalui filter atmosfer.

Jika Anda melihat sinar matahari melalui suatu prisma, Anda dapat melihat seluruh rentang panjang gelombang cahaya. Sinar matahari bukanlah satu warna cahaya saja, melainkan kombinasi spektrum pancaran semua elemen di bintang.

Semua panjang gelombang bergabung membentuk cahaya berwarna putih, yang merupakan warna asli dari matahari.

Matahari memancarkan jumlah yang berbeda dari berbagai panjang gelombang. Jika Anda mengukurnya, output puncak dalam rentang yang terlihat sebenarnya berada di bagian warna hijau pada spektrum bukan kuning.

Rata-rata spektrum matahari adalah warna yang menunjukkan suhu matahari dan bintang lainnya.

Suhu matahari kita rata-rata sekitar 5527C, maka warna aslinya tampak berwarna putih. Biintang Rigel terlihat berwarna biru karena memiliki suhu melebihi 99727C, sedangkan bintang Betelguese memiliki suhu lebih dingin 3227C terlihat berwarna merah.

Kenapa Matahari Terlihat Berwarna Kuning?

Dilansir dari Thoughtco, atmosfer bisa mengubah warna matahari yang tampak dengan cara menghamburkan cahaya. Efeknya disebut Hamburan Rayleigh/Rayleigh Scattering.

Saat cahaya berwarna ungu dan biru tersebar, rata-rata panjang gelombang atau "warna" matahari yang terlihat, akan bergeser ke arah warna merah, tetapi cahaya tersebut tidak sepenuhnya hilang.

Follow Berita Okezone di Google News

Hamburan cahaya panjang gelombang pendek oleh molekul-molekul di atmosfer inilah yang memberi warna biru pada langit.
Jika dilihat melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal saat matahari terbit dan terbenam, matahari akan tampak lebih jingga atau merah. Jika dilihat melalui lapisan udara tertipis pada tengah hari, matahari akan terlihat paling mendekati warna aslinya, namun masih terlihat berwarna kuning. Asap juga bisa menghamburkan cahaya dan dapat membuat matahari tampak lebih jingga atau merah (kurang biru). 
Jika Anda melihat foto matahari milik NASA, atau foto yang diambil dari teleskop mana pun, Anda biasanya melihat gambar berwarna “palsu”. 
Seringkali warna yang dipilih untuk gambar adalah kuning karena warna tersebut sudah familiar. Terkadang foto yang diambil melalui filter hijau dibiarkan apa adanya karena mata manusia paling sensitif terhadap cahaya berwarna hijau dan dapat membedakan detail dengan mudah.
Jika Anda menggunakan filter kerapatan netral untuk mengamati matahari dari Bumi, baik sebagai filter pelindung teleskop atau untuk mengamati gerhana matahari total, matahari akan tampak berwarna kuning karena Anda mengurangi jumlah cahaya yang sampai ke mata Anda, tetapi tidak mengubah panjang gelombang. 
Namun, jika Anda menggunakan filter yang sama di luar angkasa dan tidak mengoreksi gambar untuk membuatnya "lebih cantik", Anda akan melihat matahari berwarna putih.

Hamburan cahaya panjang gelombang pendek oleh molekul-molekul di atmosfer inilah yang memberi warna biru pada langit.

Jika dilihat melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal saat matahari terbit dan terbenam, matahari akan tampak lebih jingga atau merah. Jika dilihat melalui lapisan udara tertipis pada tengah hari, matahari akan terlihat paling mendekati warna aslinya, namun masih terlihat berwarna kuning.

Asap juga bisa menghamburkan cahaya dan dapat membuat matahari tampak lebih jingga atau merah (kurang biru).  Jika Anda melihat foto matahari milik NASA, atau foto yang diambil dari teleskop mana pun, Anda biasanya melihat gambar berwarna “palsu”.

Seringkali warna yang dipilih untuk gambar adalah kuning karena warna tersebut sudah familiar. Terkadang foto yang diambil melalui filter hijau dibiarkan apa adanya karena mata manusia paling sensitif terhadap cahaya berwarna hijau dan dapat membedakan detail dengan mudah.

Jika Anda menggunakan filter kerapatan netral untuk mengamati matahari dari Bumi, baik sebagai filter pelindung teleskop atau untuk mengamati gerhana matahari total, matahari akan tampak berwarna kuning karena Anda mengurangi jumlah cahaya yang sampai ke mata Anda, tetapi tidak mengubah panjang gelombang. 

Namun, jika Anda menggunakan filter yang sama di luar angkasa dan tidak mengoreksi gambar untuk membuatnya "lebih cantik", Anda akan melihat matahari berwarna putih.

(DRA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini