Share

Mengenal Cordyceps, Jamur Zombie yang Jadi Inspirasi The Last of Us

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 56 2749808 mengenal-cordyceps-jamur-zombie-yang-jadi-inspirasi-the-last-of-us-sdCML8MwC4.jpg Mengenal Cordyceps, Jamur Zombie yang Jadi Inspirasi Serial The Last of Us

Belakangan ini serial adaptasi video game The Last of Us sedang ramai menjadi perbincangan publik. Serial yang tayang di HBO itu perdana tayang pada 15 Januari 2023 lalu dan sudah ditonton lebih dari 4 juta kali.

Serial yang diadaptasi dari game eksklusif PlayStation itu bercerita tentang kisah mutasi jenis jamur yang menempel pada otak manusia dan mengubah orang menjadi zombie yang haus darah dan dapat berlari cepat, berbeda dari zombie lain, yang biasanya bergerak lambat.

Lantas apa sebenarnya jamur berbahaya yang ada di serial tersebut? Jenis jamur yang ada di The Last of Us mengambil inspirasi dari Cordyceps, yang merupakan sejenis jamur parasit yang jumlahnya mencapai 400 spesies, tetapi jenis tertentu yang menjadi fokus di The Last Of Us adalah Ophiocordyceps Unilateralis, yang juga dikenal sebagai Jamur Semut Zombie.

Dilansir dari Esquire, jamur zombie pertama kali ditemukan di ekosistem hutan tropis oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1859, tetapi sebuah fosil daun dengan tanda rahang semut ini ternyata telah berumur 48 juta tahun.

Mengenal Cordyceps, Jamur Zombie yang Jadi Inspirasi The Last of Us

Dalam game The Last of Us, Cordyceps bermutasi menjadi wabah mirip virus dan menular ke manusia melalui tanaman yang terinfeksi.

Beberapa bulan kemudian, 60% planet ini telah luluh lantah akibat virus yang disebabkan oleh CBI (Cordyceps Brain Infection). Mirip dengan semut, jamur tumbuh di inang, mengambil alih otaknya melalui empat tahap, membuat orang seperti zombie yang hanya bertekad membunuh orang lain untuk menyebarkan jamur.

Pembuat game The Last Of Us sebelumnya telah mengungkapkan bahwa mereka terinspirasi oleh alam saat menonton Planet Earth garapan David Attenborough, yang menjelaskan tentang spora pembunuh ini.

Follow Berita Okezone di Google News

Direktur kreatif Naughty Dog (pengembang game The Last of Us), Neil Druckmann, menyatakan bahwa kisah itu didasarkan pada gagasan bahwa semakin banyak suatu spesies, semakin besar kemungkinannya untuk dimangsa oleh jamur ini. Alam jauh lebih menakutkan daripada apa pun yang pernah kita bisa kita bayangkan.
Dalam mengadaptasi game ke serial, Craig Mazin mengungkapkan bahwa cordyceps adalah konsep yang menarik, dan ini benar-benar nyata.
Dia juga menambahkan bahwa beberapa hal perlu diubah, termasuk menghilangkan spora dari tubuh yang terinfeksi dan menggantinya dengan sulur.
Jadi perlu diketahui bahwa cordyceps adalah parasit mengerikan yang dapat menginfeksi serangga dan mengubahnya menjadi zombie. Tetapi tidak perlu khawatir, karena jamur tersebut tidak bisa menginfeksi manusia, seperti di game dan serial The Last of Us.

Direktur kreatif Naughty Dog (pengembang game The Last of Us), Neil Druckmann, menyatakan bahwa kisah itu didasarkan pada gagasan bahwa semakin banyak suatu spesies, semakin besar kemungkinannya untuk dimangsa oleh jamur ini. Alam jauh lebih menakutkan daripada apa pun yang pernah kita bisa kita bayangkan.

Dalam mengadaptasi game ke serial, Craig Mazin mengungkapkan bahwa cordyceps adalah konsep yang menarik, dan ini benar-benar nyata.

Dia juga menambahkan bahwa beberapa hal perlu diubah, termasuk menghilangkan spora dari tubuh yang terinfeksi dan menggantinya dengan sulur.

Jadi perlu diketahui bahwa cordyceps adalah parasit mengerikan yang dapat menginfeksi serangga dan mengubahnya menjadi zombie. Tetapi tidak perlu khawatir, karena jamur tersebut tidak bisa menginfeksi manusia, seperti di game dan serial The Last of Us.

(DRA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini