Share

Apakah di Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Ada Gravitasi

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Sabtu 21 Januari 2023 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 21 56 2750501 apakah-di-luar-angkasa-benar-benar-tidak-ada-gravitasi-Csd6rZ0mwa.jpg Apakah di Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Ada Gravitasi

Di Bumi, saat Anda menjatuhkan sebuah benda, pasti benda tersebut akan akan jatuh ke tanah. Hal ini disebabkan karena gaya gravitasi bumi yang kuat. Tapi di luar angkasa, semuanya mengapung. Kenapa seperti itu?

Apakah karena tidak ada udara di luar angkasa? Atau hukum fisika tidak berlaku di luar angkasa?

Para ilmuwan akan mungkin akan memberitahu Anda bahwa hukum fisika ternyata tetap berlaku di luar angkasa, dan tidak adanya gravitasi bukan disebabkan karena kurang atau tidak adanya udara? Lantas apa yang menyebabkan di Luar Angkasa tidak ada gravitasi.

Dilansir dari Wonderopolis, ternyata Gravitasi itu sebenarnya ada di mana-mana, bahkan di luar angkasa! Jadi, apa yang menyebabkan para astronot seperti tidak memiliki bobot saat berada di luar angkasa? Ada beberapa faktor penjelasan..

Apa pun yang memiliki massa pasti akan menciptakan gravitasi. Gravitasi yang dihasilkan oleh Matahari, Bumi, Bulan, dan planet lain membentang ke seluruh angkasa luar. Namun, efek gravitasi itu berkurang seiring bertambahnya jarak. Pada jarak yang ekstrim, gravitasi yang diberikan pada objek tertentu mungkin hampir mendekati nol, tetapi tidak akan hilang sama sekali.

Namun, jarak saja tidak dapat dijadikan perhitungan keadaan tanpa bobot yang dirasakan oleh para astronot.

Perasaan tidak berbobot yang dialami oleh para astronot dapat dijelaskan melalui hubungan mereka dengan pesawat luar angkasa yang mereka tumpangi. Astronot di pesawat ruang angkasa di luar angkasa dipengaruhi oleh gravitasi dengan cara yang sama seperti pesawat ruang angkasa yang mereka naiki.

Follow Berita Okezone di Google News

Astronot dan pesawat ruang angkasanya mengorbit Bumi, yang berarti mereka “jatuh” ke samping di saat yang sama mereka “jatuh” ke arah Bumi.
Di Bumi, astronot merasakan gaya gravitasi sebagai berat, karena permukaan Bumi akan mencegah mereka jatuh. Namun, di luar angkasa, tidak ada daratan. Saat mereka mengorbit dan jatuh ke Bumi dengan kecepatan yang sama dengan pesawat luar angkasa mereka, astronot merasa tidak berbobot, jadi seperti tidak ada gravitasi.
Gravitasi ada di mana-mana, bahkan di luar angkasa. Mungkin sangat kecil pada jarak yang sangat jauh sehingga hampir tidak terdeteksi. Bagaimanapun juga, astronot merasa tidak berbobot bukan karena tidak adanya gravitasi, tetapi karena mereka jatuh dengan kecepatan yang sama dengan pesawat ruang angkasa mereka dan tidak ada tanah untuk menghentikan hal tersebut dan menciptakan sensasi berat.

Astronot dan pesawat ruang angkasanya mengorbit Bumi, yang berarti mereka “jatuh” ke samping di saat yang sama mereka “jatuh” ke arah Bumi.

Di Bumi, astronot merasakan gaya gravitasi sebagai berat, karena permukaan Bumi akan mencegah mereka jatuh. Namun, di luar angkasa, tidak ada daratan. Saat mereka mengorbit dan jatuh ke Bumi dengan kecepatan yang sama dengan pesawat luar angkasa mereka, astronot merasa tidak berbobot, jadi seperti tidak ada gravitasi.

Gravitasi ada di mana-mana, bahkan di luar angkasa. Mungkin sangat kecil pada jarak yang sangat jauh sehingga hampir tidak terdeteksi. Bagaimanapun juga, astronot merasa tidak berbobot bukan karena tidak adanya gravitasi, tetapi karena mereka jatuh dengan kecepatan yang sama dengan pesawat ruang angkasa mereka dan tidak ada tanah untuk menghentikan hal tersebut dan menciptakan sensasi berat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini