Share

Benarkah Virus dan Bakteri Purba yang Membeku dalam Gletser Bisa Bangkit Kembali?

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 56 2752181 benarkah-virus-dan-bakteri-purba-yang-membeku-dalam-gletser-bisa-bangkit-kembali-Tv3SEPZeNO.jpg Benarkah Virus dan Bakteri yang Membeku dalam Gletser Bisa Bangkit Kembali?

Setiap tahunnya ukuran gletser semakin menyusut menjadi gunung es dan akhirnya mengapung di perairan hingga mencair sepenuhnya. Namun, gunung es bukanlah satu-satunya yang dilepaskan oleh gletser yang mencair. Ternyata, endapan es raksasa ini juga menyimpan virus dan bakteri dengan umur yang sangat tua. Dan, saat es mencair sepenuhnya, beberapa dari virus dan bakteri mungkin akan terbangun.

Pada tahun 2015, sejumlah ilmuwan mengambil sampel es dari gletser yang berusia 15.000 tahun di Tibet. Mereka berharap untuk bisa mempelajari lebih banyak tentang sejarah kehidupan di wilayah tersebut. Apakah hasil? Para ilmuwan justru menemukan 28 genus virus baru yang membeku di dalam es.

Benarkah Ada Virus dan Bakteri Purba yang Terperangkap di Gletser?

Para ahli berpikir mereka bisa belajar banyak dari virus purba ini. Mereka berharap untuk mengetahui bagaimana mikroba dapat bertahan hidup dalam waktu yang sangat lama. Penelitian ini dapat membantu orang-orang di masa depan, ketika virus baru muncul di iklim Bumi yang berubah.

Namun, ilmuwan lain justru khawatir tentang genus virus dan bakteri yang dilepaskan oleh es yang mencair. Apakah mungkin virus dan bakteri ini bisa menyebabkan penyakit baru pada manusia? Hingga saat ini, virus dan bakteri yang ditemukan di gletser Tibet tampaknya hanya bisa menginfeksi amuba. Virus dan bakteri purba yang ditemukan di Tibet mungkin bukan ancaman bagi manusia, tapi gletser yang mencair di tempat lain di dunia akan lain ceritanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada tahun 2016, sebagian wilayah Siberia mengalami gelombang panas. Temperatur yang tinggi menyebabkan pencairan permafrost (tanah beku abadi) di kawasan itu. Ini adalah lapisan tanah yang biasanya membeku sepanjang tahun. Saat tanah menghangat, bakteri keluar. Hal ini menyebabkan wabah besar Anthrax di daerah tersebut.

Itu bukanlah satu-satunya kasus mikroba berbahaya yang bangkit karena es yang mencair. Pada tahun 2017, seorang guru di Alaska terkena infeksi kulit setelah melakukan perjalanan. Saat mengunjungi dokter, dia mengetahui bahwa infeksi itu kemungkinan disebabkan oleh bakteri dari bangkai anjing laut membek yang dicairkan, yang waktu itu dia tangani selama perjalanan. Bakteri tersebut membeku bersama bangkai anjing laut tersebut lewat permafrost selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menginfeksi guru tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini