Share

Mengapa Kita Tidak Bisa Melihat Cahaya Ultraviolet?

Andera Wiyakintra, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2023 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 56 2752798 mengapa-kita-tidak-bisa-melihat-cahaya-ultraviolet-6tzu1bWS1i.jpg Mengapa Kita Tidak Bisa Melihat Cahaya Ultraviolet?

Apakah kalian tahu ada cahaya yang tidak bisa dilihat dari mata manusia. Umumnya, manusia dapat melihat cahaya dengan panjang gelombang antara 380 hingga 700 nanometer (nm).

Semua warna pelangi termasuk dalam kisaran panjang gelombang itu. Tetapi sinar ultraviolet (UV) memiliki panjang gelombang lebih pendek dari 380 nm, ini berarti cahaya UV tidak terdeteksi oleh mata manusia.

Sebenarnya dari mana sih istilah “ultraviolet” berasa. Cahaya berwarna violet/ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna yang bisa dilihat mata manusia. Itu berarti warna tersebut bergerak lebih cepat dan memiliki lebih banyak energi daripada warna cahaya lainnya.

Mengapa Kita Tidak Bisa Melihat Cahaya Ultraviolet?

Awalan "ultra-" berarti "di luar/melampaui". Gelombang sinar UV bergerak lebih cepat daripada gelombang cahaya warna ungu. Jadi, “ultraviolet” berarti jenis cahaya yang melampaui warna ungu, yang merupakan warna tercepat yang dapat kita lihat.

Walaupun manusia tidak dapat melihat sinar UV, namun cahaya UV tetap bisa memengaruhi kita. Sebagian besar sinar UV diserap oleh atmosfer bumi, tetap saja ada sinar yang lolos dan dapat mencapai kita yang membuat kita terkena sengatan matahari dan bisa menyebabkan kerusakan lainnya.

Inilah salah satu alasan mengapa lapisan ozon sangat penting bagi bumi. Tanpa lapisan ozon, banyak cahaya UV yang akan mencapai permukaan bumi dan hal ini sangat berbahaya.

Follow Berita Okezone di Google News

Apakah sinar UV tidak bisa dilihat oleh semua orang? Sebenarnya tidak juga. Orang dengan kondisi yang disebut aphakia, bisa melihat gelombang sinar UV.

Aphakia adalah kondisi di mana orang kehilangan lensa mata, seringkali karena pembedahan atau genetika. Tidak adanya lensa mata, memungkinkan mereka untuk melihat di luar spektrum cahaya yang bisa dilihat manusia pada umumnya, tetapi hal ini bisa menyebabkan penglihatan kabur dan rabun dekat.

Hewan seperti lebah, beberapa spesies burung dan reptil, ternyata bisa melihat sinar UV. Sampai beberapa waktu, para ahli percaya bahwa sinar UV tidak terlihat oleh semua jenis mamalia.

Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa sebagian besar mamalia, seperti rusa kutub, kucing, dan anjing mungkin bisa melihat cahaya UV. Para peneliti menemukan bahwa, lensa di mata mereka memungkinkan sinar UV untuk melewatinya, sehingga dapat terlihat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini